DIAM...
Aku yang berbalut sepi
Bertemankan rinai
Yang menetes halus di pipi Aku yang terbaring sendiri
Mencoba tuk mengerti
Akan sebuah arti
Namun tak ku temui
Hanya bisa tuk tangisi
Aku hidup, namun tak kurasa kehidupannya
Aku ada, namun tidak ku bisa memberi makna
Rerumputan menertawakkan aku
Namun tetap ku diam membeku
Dan tetap aku terpaku
Dalam diamku termangu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar