Kamis, 31 Mei 2012

PENYULUHAN EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR


PENYULUHAN EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR


PENYAKIT STROKE PADA LANSIA



FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011


PENYAKIT STROKE PADA LANSIA
KETUA                                  : AHMAD RIZANI
ANGGOTA                           :
·         HILDAYANTI
·          LUSIA WENI
·         DALYLA
·         LUCYA BERTHA
·         ELMAYANA

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2011



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kehidupan modern sekarang menuntut segala sesuatu yang serba instant dan cepat, baik dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan ataupun makanan. Oleh karena itulah banyak masyarakat yang memilih makan makanan yang cepat saji (fastfood). Seiring dengan perkembangan tersebut tentulah ada dampak yang baik dan buruk. Baik dalam segi waktu tapi mempunyai efek buruk pada sisi kesehatan tubuh. Makanan cepat saji cenderung mengandung bahab-bahan yang berbahay bagi tubuh jika terus dikonsumsi, pestisida, polusi udara, limbah beracun dan zat additive yang ada dalam makanan tersebut pelan-pelan akan menganggu dan merusak tubuh kita.
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat adalah penyakit stroke. Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan  meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya bahkan menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya social ekonomi keluarga.
Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.
Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu. Ada sekitar 30%-40% penderita stroke yang masih dapat sembuh secara sempurna Asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu.
 Hal ini penting agar penderita tidak mengalami kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo, namun gejalasisa ini masih bisa disembuhkan. Sayangnya, sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya serangan. Bila demikian, tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan. Tindakan pemulihan ini penting untukmengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke. Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke sebaiknya dilakukan secepat mungkin, idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan pasien. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.

1. 2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Laporan
Laporan ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Epidemiologi Penyakit  Tidak Menular. Laporan ini juga bertujuan untuk: 
- Memberi bukti tertulis tentang kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa
- Memberi gambaran lengkap tentang kegiatan penyuluhan yang dilakukan.

1.2.2 Tujuan Kegiatan
Kegiatan penyuluhan lapangan  merupakan bekal dan sebagai tempat latihan bagi mahasiswa untuk berhadapan langsung dengan masyarakat. Kegiatan penyuluhan di Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya ini dilakukan bertujuan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Selain itu, kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan tujuan :
  • Memberikan penjelasan kepada Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya tentang penyakit stroke dan pencegahannya melalui gaya hidup sehat.
  • Memberikan latihan kepada mahasiswa agar terbiasa untuk melakukan penyuluhan dan mampu berhadapan langsung dengan masyarakat luas.
  • Mengurangi insiden stroke di Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya yang turut mempengaruhi angka kejadian stroke di Indralaya.

1.3  Manfaat
            Manfaat dari kegiatan penyuluhan ini adalah :
  • Memperoleh pengalaman dalam melakukan penyuluhan.
  • Memberi pengetahuan kepada warga Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya sehingga mereka dapat melakukan upaya preventif penyakit stroke
  • Mempengaruhi warga Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya untuk menerapkan pola gaya hidup yang sehat.

1.4 Waktu dan Sasaran
Kegiatan ini dilakukan pada:
Hari dan Tanggal         : Rabu, 25 Mei 2011
Waktu                         : 9.00 WIB s.d selesai
Lokasi                         : Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya
Alamat                        : Jalan Lintas Timur KM.36, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir
Sasaran yang di dapat berjumlah: 50 orang warga pantai dan 15 orang staff dan pimpinan panti



BAB II
  ISI

2.1 PENYAKIT STROKE
2.1.1 Pengertian Penyakit Stroke
Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang banyak menyerang masyarakat kita. Stroke adalah serangan akut ‘serebrovaskular’ yaitu yang berhubungan dengn otak (cerebro) dan pembulu darah (vaskuler) yang datang secara tiba-tiba. Menurut Bustan “stroke adalah suatu penyakit deficit neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak dan menimbulkan gejala dan tanda-tanda yang sesuai dengan daerah otak yang terganggu.”
Menurut WHO stroke adalah tanda-tanda klinis mengenai gangguan fungsi cerebral secara local maupun global, yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau mengarah ke kematian tanpa penyebab yang kelihatan, selain tanda-tanda yang berkenaan dengan aliran darah di otak. Kata ‘stroke’ berarti “penyakit gangguan fungsional otak akut, local maupun global, akibat gangguan aliran darah ke otak karena pendarahan ataupun sumbatan dengan gejala dan tanda sesuai bagian otak yang terkena, yang dapat sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, atau berakibat kematian” menurut Junaidi. Sedangkan menurut Intan Kusumadiani, Stroke atau CVA (Cerebrovascular Accident) atau penyakit peredaran darah otak adalah kerusakan pada bagian otak yang terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat-zat gizi ke bagian otak tersumbat atau pecah.


2.1.2  Klasifikasi Stroke
Mengenai klasifikasi penyakit stroke, ada banyak macam klasifikasi mengenai stroke. Misalnya saja WHO (World Health Organization, 1989) dan National Institute of Neurological Diseases and stroke (NINDS,1990). “Pada dasarnya klasifikasi tersebut dikelompokkan atas dasar manifestasi klinik, proses patologi yang  terjadi di otak dan tempat lesinya. Hal ini berkaitan dengan pendekatan diagnosis klinis, diagnosis kausal, dan diagnosis tropis”.(Bustan 2007:82)
1.  Stroke Iskemik
Penyakit stroke dapat secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu stroke iskemik (non-pendarahan) dan hemorragik (pendarahan). Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak sehingga pasokan oksigen dan nutrien ke otak mengalami gangguan. “Jenis iskemik dapat berupa TIA (transient ischemic attack), thrombosis, dan emboli” (Bustan,2007: 82). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada diniding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak . Sebagian besar stroke masuk ke dalam kategori ini.
Pada stroke jenis ini penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.
2. Stroke Hemorragik
Stroke hemorragik adalah stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pendarahan. Bustan (2007:82) menyatakan “jenis hemorhagik dapat terjadi sebagai pendarahan intracerebral ataupun subaraknoid”. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) rentan dengan stroke kategori ini. Hampir 70 persen stroke kategori ini terjadi pada penderita yang telah mengalami tekanan darah tinggi.
Penyebab utamanya adalah  hipertensi, terjadi jika tekanan darah meningkat dengan signifikan, pembuluh arteri robek sehingga menyebabkan  perdarahan pada jaringan otak yang  membentuk suatu massa sehingga jaringan otak terdesak, bergeser, atau tertekan(displacement of brain tissue) yang menyebabkan fungsi otak terganggu. Semakin besar hemoragi yg terjadi maka semakin besar pula displacement jaringan otak yang terjadi. Pasien dengan stroke hemoragik sebagian besar mengalami ketidaksadaran atau bahkan  meninggal.


2.1.3  Penyebab Stroke
Penyebab penyakit stroke bisa bermacam-macam. Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang banyak menyerang masyarakat kita. Telah banyak korban yang menderita dan meninggal akibat serangan penyakit stroke ini. Mengetahui penyebab penyakit stroke adalah sangat penting agar anda bisa terhindar dari penyakit ini dan juga mendapatkan latar belakang pengetahuan tentang penyakit tersebut. Lalu apa sebenarnya penyakit stroke itu? Apa yang menjadi penyebabnya?
Secara ringkas, penyakit stroke adalah berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Otak tidak bisa berfungsi dengan baik jika kekurangan oksigen, termasuk komunikasi otak dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami degenerasi (mati). Berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini terjadi akibat penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.

2.1.4  Gejala Stroke
Pada umumnya, stroke terjadi secara mendadak. Orang yang tampaknya sehat bisa terkena serangan stroke secara tiba-tiba. Pada saat itu, sel otak mati akibat kekurang suplai oksigen. Sel yang mati akan bertambah banyak dan bertambah luas dalam waktu yang cepat.
Gejala-gejala stroke adalah sebagai berikut:
1.                  Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
2.                  Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
3.                  Penglihatan ganda
4.                  Pusing
5.                  Bicara tidak jelas (rero)
6.                  Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
7.                  Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh
8.                  Pergerakan yang tidak biasa
9.                  Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
10.              Ketidakseimbangan dan terjatuh
11.              Pingsan.
            Penderita kadang mengalami juga gejala peringatan sebelum stroke yaitu mengantuk, pusing, sakit kepala, dan kebingungan.
Menurut the U.S. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), ini adalah lima tanda-tanda utama dari stroke:
o   Kematian rasa (kekebasan) atau kelemahan-kelemahan yang mendadak dari muka, tangan atau kaki, terutama pada satu sisi dari tubuh. Kehilangan dari gerakan sukarela (voluntary movement) dan/atau sensasi mungkin adalah sepenuhnya atau sebagian. Mungkin juga ada suatu sensasi kegelian (kesemutan) yang berkaitan pada area yang terpengaruh.
o   Kebingungan atau kesulitan berbicara atau mengerti yang mendadak. Adakalanya kelemahan pada otot-otot muka dapat menyebabkan pengeluaran air liur.
o   Kesulitan melihat yang mendadak pada satu atau kedua mata
o   Kesulitan berjalan, kepeningan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi yang mendadak.
o   Sakit kepala yang parah yang mendadak dengan penyebab yang tidak diketahui.

2.1.5  Faktor Resiko Stroke
Faktor-faktor resiko suatu penyakit adalah suatu kondisi atau keadaan yang menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap serangan suatu penyakit dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki faktor-faktor resiko tersebut. Untuk penyakit stroke, faktor-faktor resiko tersebut dapat dibagi dua menurut tingkat pengendaliannya, yaitu:
1. Faktor-faktor yang tidak bisa dihindari atau dikendalikan
            Faktor-faktor ini merupakan faktor alamiah yang melekat pada seseorang tertentu. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengnendalikan faktor-faktor ini. Adapun factor-faktor tersebut adalah :

a. Usia
Dari berbagai studi yang dilakukan tentang penyakit stroke, umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stroke. Pada umumnya, orang yang telah berumur tua lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan yang lebih muda. Ini adalah kondisi alamiah yang harus diterima. Pada saat umur bertambah, kondisi jaringan tubuh sudah mulai kurang fleksibel dan lebih kaku, termasuk dengan pembuluh darah.
Semakin bertambah tua usia Anda, semakin risikonya. Setelah berusia 55 tahun, risikonya berlipat ganda setiap kurun waktu sepuluh tahun. Dua pertiga dari semua serangan stroke terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun. Tetapi, itu tidak berarti bahwa stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia karena stroke dapat menyerang semua kelompok umur.
b. Jenis Kelamin  
Pria lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin lebih berhubungan dengan faktor-faktor pemicu lainnya yang lebih banyak dilakukan oleh pria dibandingkan dengan perempuan, misalnya merokok, minum alkohol, dan sebagainya.
Risiko stroke pria 1,25 lebih tinggi daripada wanita, tetapi serangan stroke pada pria terjadi di usia lebih muda sehingga tingkat kelangsungan hidup juga lebih tinggi. Dengan perkataan lain, walau lebih jarang terkena stroke, pada umumnya wanita terserang pada usia lebih tua, sehingga kemungkinan meninggal lebih besar.
c. Ras atau warna kulit 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mempunyai ras warna kulit putih lebih banyak yang terkena stroke dibandingkan dengan ras dengan berwarna kulit berwarna gelap.

d. Keturunan
Orang yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat terkena stroke akan lebih rentan dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.
Nampaknya, stroke terkait dengan keturunan. Faktor genetik yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan cacat pada bentuk pembuluh darah. Gaya hidup dan pola suatu keluarga juga dapat mendukung risiko stroke. Cacat pada bentuk pembuluh darah(cadasil) mungkin merupakan faktor genetik yang paling berpengaruh dibandingkan faktor risiko stroke yang lain.
2. Faktor-faktor yang bisa dikendalikan atau dihindari
            Faktor-faktor ini merupakan akibat dari kebiasaan yang buruk yang bisa meningkatkan resiko terkena penyakit stroke. Faktor-faktor ini lah yang seharusnya kita perhatikan agar bisa minimalkan kejadiannya pada diri kita masing-masing. Ini adalah faktor-faktor resiko penyakit stroke yang bisa dikendalikan. Bisa dikendalikan di sini artinya faktor-faktor tersebut bisa kita kendalikan kejadiannya pada diri kita.
a. Hipertensi atau tekanan darah tinggi
Orang-orang yang terkena hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena serangan stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab penyakit stroke yang utama. Pada orang yang terkena darah tinggi, aliran darahnya menjadi tidak normal dan lambat akibat penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah. Suplai oksigen dan glukosa ke otak pun (yang di bawa oleh aliran darah) juga akan mengalami penurunan.
Penderita hipertensi memiliki faktor risiko stroke empat hingga enam kali lipat dibandingkan orang yang tanpa hipertensi dan sekitar 40 hingga 90 persen pasien stroke ternyata menderita hipertensi sebelum terkena stroke.
Secara medis, tekanan darah di atas 140—90 tergolong dalam penyakit hipertensi. Oleh karena dampak hipertensi pada keseluruhan risiko stroke menurun seiring dengan pertambahan umur, pada orang lanjut usia, faktor-faktor lain di luar hipertensi berperan lebih besar terhadap risiko stroke. Pada orang yang tidak menderita hipertensi, risiko stroke meningkat terus hingga usia 90, menyamai risiko stroke pada orang yang menderita hipertensi.
b. Penyakit jantung
Penyakit jantung juga merupakan faktor penting yang menyebabkan serangan stroke. Gangguan atau kelainan jantung menyebabkan pemompaan darah ke seluruh bagian tubuh lainnya, termasuk ke otak, menjadi tidak normal. Dari hal ini bisa dipahami hubungan yang erat antara penyakit jantung dan stroke.
c. Kencing manis
Penyakit kencing manis (diabetes mellitus) juga menjadi pemicu terjadinya serangan stroke pada seseorang. Orang yang terkena kencing manis akan mempunyai gangguan pada pembuluh darah yang juga mempengaruhi aliran darah.
d. Kadar kolesterol darah yang tinggi
Kandungan kolesterol dalam darah yang terlalu tinggi di atas ambang normal (hiperkolesterolemia) juga akan menjadi faktor pemicu terjadinya stroke.
e. Merokok
Kebiasaan merokok akan meningkatkan kadar fibrinogen di dalam darah. Fibrinogen yang tinggi dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah yang akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lentur, serta bisa menimbulkan plak.
f. Obesitas atau kelebih berat badan

2.1.6  Upaya Pencegahan & Penanggulangan Stroke
Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. Untuk pencegahan penyakit stroke hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi. Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit stroke.
Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.  Kurangi minum alkohol. Makin banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan stroke terutama jenis hemoragik makin tinggi. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri.  Lakukan Olahraga/aktivitas fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko lain terkena stroke.
 Kendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah. Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke 1,5-4 kali lipat, terutama apabila gula darahnya tidak terkendali. Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin, kokain, amfetamin, karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba.

Berikut beberapa cara mencegah pnyakit stroke adalah sebagai berikut: 
  •  Kontrol tekanan darah anda. Periksalah tekanan darah anda secara periodik dan jika naik segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan tekanan darah yang tepat akan mengurangi resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.
  • Berhentilah merokok. Rokok terbukti meningkatkan resiko terjadinya stroke. Studi membuktikan bahwa resiko terjadinya stroke pada orang yang berhenti merokok selama 2 sampai 5 tahun, jauh lebih rendah daripada mereka yang masih merokok.
  • Berolahragalah yang teratur. Para ahli beranggapan, olah raga akan membuat jantung lebih kuat sehingga mampu mengalirkan darah lebih optimal. Olah raga juga akan mampu menurunkan berat badan. Kegemukan meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, atherosklerosis, penyakit jantug, dan kencing manis. Aktivitas fisik seperti jalan santai, berenang dan kerja lapangan mampu menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung. Sebelum memulai olah raga, konsultasilah ke dokter untuk mengetahui olah raga yang tepat untuk fisik anda. 
  • Makanlah makanan yang sehat. Pilihlah makanan yang rendah lemak, lemak jenuh dan kolesterol. Makanlah bermacam jenis buah dan sayuran.
  • Bila anda menderita kencing manis, kontrolah penyakit anda dengan baik. Jika tidak tertangani dengan baik, kencing manis atau diabetes akan merusak pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya atherosklerosis.
  • Waspadahlah terhadap gejala atau tanda dini dari stroke. Segerahlah ke dokter bila anda mengalami kesemutan yang tidak jelas penyebabnya, sakit kepala yang berat secara tiba tiba, penglihatan kabur, kesulitan berbicara dan tiba tiba terjatuh atau pingsan. Gejala awal stroke sering disebut dengan Transient Ischemic Attack(TIA) yang sangat berpotensi terjadinya stroke.
Menurut American Heart Association Dietary Guidelines,  pola makan yang baik bagi penderita stroke antara lain : 
  1. ·        Pilihlah makanan dengan cakupan gizi yang seimbang, terutama mengandung buah, sayur dan biji-bijian.
·         Makanan diberikan dengan jadwal yang teratur dan bahan makanan yang bervariasi. Makanan yang dapat dikonsumsi setiap hari oleh penderita stroke antara lain :
ü  Makanan kelompok serealia seperti beras merah, jagung, oatmeal, tepung gandum, roti gandum, dll
ü  Makanan yang mengandung polisakarida seperti nasi putih, roti putih, kentang, pasta,sereal, dll
ü  Makanan yang mengadung lemak tidak jenuh seperti minyak jagung, canola, minyak zaitun, minyak kedelai
ü  Produk susu rendah lemak seperti keju rendah lemak, dan yoghurt
ü  Minimal 5 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran hijau setiap hari
ü  Minimal 6 porsi harian untuk produk biji-bijian dan kacang kacangan, seperti kacang polong, kacang kedelai, kacang kapri, kenari, mete, almond, dll
ü  Sementara untuk ikan, telur, dan daging unggas dapat dikonsumsi 1-2 kali/minggu.
·         Turunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Dapat dilakukan dengan membatasi makanan yang mengandung tinggi lemak tersaturasi (seperti daging, mentega, keju, susu, minyak kelapa, dan minyak palem) dan makanan yang mengandung tinggi kolesterol (seperti kuning telur, daging merah, hati, otak,dll). Batasi asupan kolesterol hanya sekitar 200mg/hari dan batasi asupan lemak trans yang terdapat pada makanan goreng-gorengan
·         Normalkan tekanan darah. Batasi asupan garam hingga kurang dari 6 gram/hari, atau kurang lebih 1 ½ sendok teh setiap hari.
·         Turunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal. Dapat dicapai dengan mengkonsumsi makanan sesuai kebutuhan kalori dan meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga teratur minimal 30 menit/hari. Hindari makanan yang mengandung tinggi gula. Untuk mengetahui berat badan ideal, anda dapat menggunakan fasilitas dari Klikdokter yang terdapat di halaman depan sebelah kiri bawah dengan memasukkan berat badan dan tinggi badan Anda.

2.1.7  Pengobatan Penyakit Stroke
Obat-obat yang bisa memperkecil orang untuk terkena penyakit stroke untuk kedua kalinya antara lain :
1.      Jelly Gamat Gold. Kandungan jelly Gamat Gold sangat baik untuk menurunkan darah tinggi, menurunkan kolesterol, mengobati penyakit jantung, dan penyakit stroke.
2.      Ekstrak XAMthone dari manggis. Saat ini XAMthone telah diproduksi dengan merek XAMthone plus. Produk dalam bentuk minuman suplemen ini baru pertama kali diproduksi di Indonesia dalam skala industri. XAMthone Plus adalah estrak buah manggis yang dikombinasikan dengan rosella, madu,anggur dan apel sehingga memberikan rasa sensasional, sehingga cocok disebut sebagai minuman suplemen generasi baru. Dalam aplikasinya pada pengguna, XAMthone Plus terbukti mampu memberikan reaksi cepat dalam mematikan penyakit akibat mikroba (bakteri, fungi, virus, parasit) dan secara signifikan mampu memperbaiki sistem dalam tubuh (menormalkan kandungan gula dalam darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat dan sebagainya). Bahkan bukti spektakuler terjadi pada kesembuhan beberapa penderita penyakit stroke, penurunan fungsi ginjal, kanker payudara, leukemia dan masih banyak lagi.
3.      Manitol atau kortikosteroid. Manitol dapat digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut
4.      Calcium Powder (1x1) dan Vigor (1-2x3) untuk stroke akibat penyempitan pembuluh darah. Vigor mengencerkan darah dan melenturkan pembuluh darah.
5.       Calcium Powder (1x1) dan Vitality (3x1) untuk stroke akibat pemecahan pembuluh darah. Calcium dan Vitality mempercepat pemulihan luka dalam/pendarahan.
6.       Chitosan (2x3) dan Antilipemic Tea (1x1), jika stroke berhubungan dengan kolesterol / lemak maka obat ini dapat dipakai
7.      Benefecial (3x2), Chitosan (3x2) dan Antilipemic Tea (1x1),  mampu memulihkan stroke yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi.
8.       Acupoint, bisa membantu secara signifikan dan spontan untuk memulihkan akibat stroke pada alat gerak, pilih titik pemulihan stroke.
9.      Tahitian Noni Juice (USA Product). Obat ini adalah produk herbal yang memiliki Persetujuan Pendaftaran Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM]: POM TI 054 617 361 sebagai cairan obat dalam. Tahitian Noni Juice dapat mengatasi orang-orang yang terkena Penyakit Stroke.
Selain obat-obatan diatas, ada juga jenis tumbuhan obat dan bahan alami yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi penyakit stroke, antara lain:
1.      Daun Dewa (Gynura segetum), efek farmakologisnya antara lain sebagai antikoagulant, mencairkan bekuan darah, melancarkan sirkulasi darah dan membersihkan racun. Bagian yang dipakai adalah daun dan umbinya. Dosis yang dianjurkan yaitu15-30 gram daun segar dan 6-10 gram umbinya.
2.      Mengkudu (Morinda citrifolia),  khasiatnya menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol dan kadar gula darah tinggi. Khasiat tersebut dapat mencegah risiko terkena penyakit stroke dan jantung. Dosisnya 2-3 buah mengkudu yang matang.
3.      Bawang Putih (Allium sativum), efeknya melancarkan sirkulasi darah, antikoagulan (mencegah pembekuan darah), menurunkan kolesterol darah, menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan menambah sistem kekebalan.
4.      Bawang Bombay (Allium cepa), berkhasiat mencegah penggumpalan darah,  menurunkan kadar lemak darah, kadar gula darah dan tekanan darah.
5.      Jamur Kuping Hitam (Auricularia auricula), efeknya mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.
6.      Rumput Laut (Laminaria japonica), mencegah penyempitan pembuluh darah, menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
7. Terung Ungu (Solanum melongena L.), mencegah Atherosklerosis, mecegah meningkatnaya kolesterol darah dan menurunkan ketegangan syaraf.
8.      Jantung Pisang, mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.
9.      Bunga Mawar (Rosa chinensis), melancarkan sirkulasi daarah, menetralkan racun. Dosis pemakaian 3-10 gram bunga mawar kering.
10.  Siantan (Ixora stricta Roxb.), mengecilkan bekuan darah, menurunkan tekanan darah. Dosis pemakaian 10-15 gram bunga siantan.


2.1.8  Penyakit yang mengiringi Penyakit Stroke
Beberapa penyakit yang dapat mengiringi stroke adalah sebagai berikut:
1.      Diabetes Mellitus
2.      Aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah)
3.      Migrain
4.      Gangguan Jantung
5.      Hipertensi / tekanan darah tinggi. Menurut statistik. 93% pengidap penyakit stroke ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi
6.      Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik
7.      Aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan.

2.2 LANSIA
2.2.1  Pengertian Lansia
Lansia (Lanjut Usia) adalah kelompok penduduk berumur tua. Golongan penduduk yang mendapat perhatian atau penglompokan trsendiri ini adalah polulasi berumur 60 tahun.atau lebih. Lanjut usia adalah tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan  manusia Sedangkan menurut pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No.13 Tahun 1998 tentang Kesehatan dikatakan bahwa lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun(Budi,1999).
Dikatakan lansia apabila sudah berumur lebih dari 55 tahun, sesuai umur pensiun pegawai negeri di Indonesia. Untuk negara-negara yang sudah maju dengan keadaan ekonomi, keadaan gizi, dan kesehatan yang telah baik, batas umur 65 tahun baru dikatakan lansia.
Menurut Maryam, dkk (2008) lansia dibagi dalam lima klasifikasi, meliputi :
1.      Pralansia yaitu seseorang yang berusia antara 45–59 tahun.
2.      Lansia yaitu seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih.
3.      Lansia resiko tinggi yaitu seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih
4.      Lansia potensial yaitu lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa.
5.      Lansia tidak potensial yaitu lansia yang tidak berdaya mencari nafkah,  sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain.

Karateristik Lansia
Menjadi lansia tidak bisa dihindari karena merupakan tahapan dalam proses kehidupan manusia. Menurut Irwan ( 2008) lansia memiliki karateristik antara lain:
1.      Berusia lebih dari 60 tahun.
2.      Kebutuhan dan masalah  yang bervariasi dari rentang sehat sampai sakit, dari kebutuhan biopsikososial sampai spiritual, serta dari kondisi adaptif hingga  kondisi maladaptif.
3.      Lingkungan tempat tinggal bervariasi.



2.2.2  Kesehatan Lansia
Pengertian lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu. Ada beberapa pendapat mengenai “usia kemunduran” yaitu ada yang menetapkan 60 tahun, 65 tahun dan 70 tahun. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses menua yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
Masalah kesehatan mental pada lansia dapat berasal dari 4 aspek yaitu fisik, psikologik, sosial dan ekonomi. Masalah tersebut dapat berupa emosi labil, mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan kehilangan, dan tidak berguna. Lansia dengan problem tersebut menjadi rentan mengalami gangguan psikiatrik seperti depresi, ansietas (kecemasan), psikosis (kegilaan) atau kecanduan obat. Pada umumnya masalah kesehatan mental lansia adalah masalah penyesuaian. Penyesuaian tersebut karena adanya perubahan dari keadaan sebelumnya (fisik masih kuat, bekerja dan berpenghasilan) menjadi kemunduran.
Lansia juga identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. Lansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung dari penyakit yang diderita. Semakin banyak penyakit pada lansia, semakin banyak jenis obat yang diperlukan. Banyaknya jenis obat akan menimbulkan masalah antara lain kemungkinan memerlukan ketaatan atau menimbulkan kebingungan dalam menggunakan atau cara minum obat. Disamping itu dapat meningkatkan resiko efek samping obat atau interaksi obat.
Pemberian nutrisi yang baik dan cukup sangat diperlukan lansia. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa lansia memerlukan nutrisi yang adekuat untuk mendukung dan mempertahankan kesehatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi antara lain: berkurangnya kemampuan mencerna makanan, berkurangnya cita rasa, dan faktor penyerapan makanan.
Dengan adanya penurunan kesehatan dan keterbatasan fisik maka diperlukan perawatan sehari-hari yang cukup. Perawatan tersebut dimaksudkan agar lansia mampu mandiri atau mendapat bantuan yang minimal. Perawatan yang diberikan berupa kebersihan perorangan seperti kebersihan gigi dan mulut, kebersihan kulit dan badan serta rambut. Selain itu pemberian informasi pelayanan kesehatan yang memadai juga sangat diperlukan bagi lansia agar dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.           

2.3  STROKE PADA LANSIA
Penuaan atau proses terjadinya tua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi serta memperbaiki kerusakan yang diderita.
Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994). Karena itu di dalam tubuh akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakit degeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode terminal (Darmojo dan Martono, 1999;4).
Faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan adalah usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, dan riwayat stroke sebelumnya. Kelompok usia lanjut dan laki-laki lebih mudah terkena stroke, demikian pula seseorang dengan riwayat keluarga stroke.
Sejumlah perubahan fisiologis berlangsung dalam proses penuaan, meskipun laju dan besarnya perubahan tersebut berbeda-beda pada setiap orang. Menurut Barasi (2007) perubahan yang terkait dengan kondisi medis dapat berdampak pada status gizi (mungkin disebabkan oleh penyakit atau pengobatannya) :
a.       Berkurangnya mobilitas - muskuluskletal, saraf, sirkulasi darah, respirasi, dan kelebihan berat badan.
b.      Fungsi koknitif – gangguan koknitif dan demensia.
c.       Gangguan jiwa – meliputi depresi (termasuk depresi reaktif setelah kehilangan orang yang mereka cintai) penyakit mental, kecanduan alkohol.
Stroke dapat terjadi karena seseorang individu yang sehat memiliki faktor risiko stroke. Faktor risiko stroke ada yang dapat dikendalikan dan ada pula yang tidak dapat dikendalikan.
Maka mengingat beberapa hal diatas sangatlah mungkin lansia pun dapat terkena stroke terlebih karena daya tahan tubuh mereka yang mulai melemah juga pola hidup yang tidak begitu baik.
2.3.1  Mencegah Stroke pada Lansia
Diagnosis penyakit pada lansia umumnya lebih sukar dari pada remaja/dewasa. Karena sering kali tidak khsa gejalanya dan keluhan-keluhan tidak khas dan tidak jelas. Untuk itu sangat sulit bagi kita untuk mengetahui apakah mereka terkena stroke atau tidak. Untuk itu alangkah baiknya jika penyakit stroke itu dicegah seja dini, agar nantinya dimasa tua/ lansia, stroke tidak menghampiri kita. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke adalah dengan cara melakukan pola hidup sehat pada lansia.

Cara Hidup Sehat Pada Lansia
Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. Namun tidak perlu berkecil hati, harus selalu optimis, ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di usia lanjut. Jadi walaupunb usia sudah lanjut, harus tetap menjaga kesehatan.
Cara hidup sehat adalah cara-cara yang dilakukan untuk dapat menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan seseorang. Adapun cara-cara tersebut adalah:
1. Makan makanan yang bergizi dan seimbang
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa diet adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Dengan tambahnya usia seseorang, kecepatan metabolisme tubuh cenderung turun, oleh karena itu, kebutuhan gizi bagi para lanjut usia, perlu dipenuhi secara adekuat. Kebutuhan kalori pada lanjut usia berkurang, hal ini disebabkan karena berkurangnya kalori dasar dari kegiatan fisik. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat, misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan, ginjal, dan sebagainya. Jadi kebutuhan kalori bagi lansia harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Petunjuk menu bagi lansia adalah sebagai berikut (Depkes, 1991):
a.       Menu bagi lansia hendaknya mengandung zat gizi dari berbagai macam bahan makanan yang terdiri dari zat tenaga, pembangun dan pengatur.
b.      Jumlah kalori yang baik untuk dikonsumsi lansia 50% adalah hidrat arang yang bersumber dari hidrat arang komplex (sayur – sayuranan, kacang- kacangan, biji – bijian).
c.       Sebaiknya jumlah lemak dalam makanan dibatasi, terutama lemak hewani.
d.      Makanan sebaiknya mengandung serat dalam jumlah yang besar yang bersumber pada buah, sayur dan beraneka pati, yang dikonsumsi dengan jumlah bertahap.
e.       Menggunakan bahan makanan yang tinggi kalsium, seperti susu non fat, yoghurt, ikan.
f.       Makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah besar, seperti kacang – kacangan, hati, bayam, atau sayuran hijau.
g.      Membatasi penggunaan garam, hindari makanan yang mengandung alkohol.
h.      Makanan sebaiknya yang mudah dikunyah.
i.        Bahan makanan sebagai sumber zat gizi sebaiknya dari bahan – bahan yang segar dan mudah dicerna.
j.        Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, dan goreng – gorengan.
k.      Makan disesuaikan dengan kebutuhan
2. Minum air putih 1.5 – 2 liter
Manusia perlu minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah melakukan aktivitasnya, dan minimal kita minum air putih 1,5 – 2 liter per hari.
Air sangat besar artinya bagi tubuh kita, karena air membantu menjalankan fungsi tubuh, mencegah timbulnya berbagai penyakit di saluran kemih seperti kencing batu, batu ginjal dan lain-lain. Air juga sebagai pelumas bagi fungsi tulang dan engselnya, jadi bila tubuh kekurangan cairan, maka fungsi, daya tahan dan kelenturan tulang juga berkurang, terutama tulang kaki, tangan dan lengan. Padahal tulang adalah penopang utama bagi tubuh untuk melakukan aktivitas. Manfaat lain dari minum air putih adalah mencegah sembelit. Untuk mengolah makanan di dalam tubuh usus sangat membutuhkan air. Tentu saja tanpa air yang cukup kerja usus tidak dapat maksimal, dan muncullah sembelit.
Dan air mineral atau air putih lebih baik daripada kopi, teh kental, soft drink, minuman beralkohol, es maupun sirup. Bahkan minuman-minuman tersebut tidak baik untuk kesehatan dan harus dihindari terutama bagi para lansia yang mempunyai penyakit-penyakit tertentu seperti DM, darah tinggi, obesitas dan sebagainya.
3. Olah raga teratur dan sesuai
Usia bertambah, tingkat kesegaran jasmani akan turun. Penurunan kemampuan akan semakin terlihat setelah umur 40 tahun, sehingga saat lansia kemampuan akan turun antara 30 – 50%. Oleh karena itu, bila usia lanjut ingin berolahraga harus memilih sesuai dengan umur kelompoknya, dengan kemungkinan adanya penyakit. Olah raga usia lanjut perlu diberikan dengan berbagai patokan, antara lain beban ringan atau sedang, waktu relatif lama, bersifat aerobik dan atau kalistenik, tidak kompetitif atau bertanding.
Beberapa contoh olahraga yang sesuai dengan batasan diatas yaitu, jalan kaki, dengan segala bentuk permainan yang ada unsur jalan kaki misalnya golf, lintas alam, mendaki bukit, senam dengan faktor kesulitan kecil dan olah raga yang bersifat rekreatif dapat diberikan. Dengan latihan otot manusia lanjut dapat menghambat laju perubahan degeneratif.
4. Istirahat, tidur yang cukup
Sepertiga dari waktu dalam kehidupan manusia adalah untuk tidur. Diyakini bahwa tidur sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan dan proses penyembuhan penyakit, karna tidur bermanfaat untuk menyimpan energi, meningkatkan imunitas tubuh dan mempercepat proses penyembuhan penyakit juga pada saat tidur tubuh mereparasi bagian-bagian tubuh yang sudah aus. Umumnya orang akan merasa segar dan sehat sesudah istirahat. Jadi istirahat dan tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan.

5. Memeriksa kesehatan secara teratur
Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan lansia. Walaupun tidak sedang sakit lansia perlu memeriksakan kesehatannya secara berkala, karena dengan pemeriksaan berkala penyakit-penyakit dapat diketahui lebih dini sehingga pengobatanya lebih mudan dan cepat dan jika ada faktor yang beresiko menyebabkan penyakit dapat di cegah. Ikutilan petunjuk dan saran dokter ataupun petugas kesehatan, mudah-mudahan dapat mencapai umur yang panjang dan tetap sehat.
6. Mental dan batin tenang dan seimbang
Untuk mencapai hidup sehat bukan hanya kesehatan fisik saja yang harus diperhatikan, tetapi juga mental dan bathin. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga agar mental dan bathin tenang dan seimbang adalah:
·         Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan menyerahkan diri kita sepenuhnya kepadaNya. Hal ini akan menyebabkan jiwa dan pikiran menjadi tenang.
·         Hindari stres, hidup yang penuh tekanan akan merusak kesehatan, merusak tubuh dan wajahpun menjadi nampak semakin tua. Stres juga dapat menyebabkan atau memicu berbagai penyakit seperti stroke, asma, darah tinggi, penyakit jantung dan lain-lain.
·         Tersenyum dan tertawa sangat baik, karena akan memperbaiki mental dan fisik secara alami. Penampilan kita juga akan tampak lebih menarik dan lebih disukai orang lain. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif dan juga terbukti memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Tertawa juga ampuh untuk mengendalikan emosi kita yang tinggi dan juga untuk melemaskan otak kita dari kelelahan. Tertawa dan senyum murah tidak perlu membayar tapi dapat menadikan hidup ceria, bahagia, dan sehat.
7. Back to nature (kembali ke alam)
Seperti yang telah terjadi, gaya hidup pada zaman modern ini telah mendorong orang mengubah gaya hidupnya seperti makan makanan siap saji, makanan kalengan, sambal botolan, minuman kaleng, buah dan sayur awetan, jarang bergerak karena segala sesuatu atau pekerjaan dapat lebih mudah dikerjakan dengan adanya tekhnologi yang modern seperti mencuci dengan mesin cuci, menyapu lantai dengan mesin penyedot debu, bepergian dengan kendaran walaupun jaraknya dekat dan bisa dilakukan dengan jalan kaki. Gaya hidup seperti itu tidak baik untuk tubuh dan kesehatan karena tubuh kita menjadi manja, karena kurang bergerak, tubuh jadi rusak karena makanan yang tidak sehat sehingga tubuh menjadi lembek dan rentan penyakit.
Oleh karena itu salah satu upaya untuk hidup sehat adalah back to nature atau kembali lebih dekat dengan alam. Kita tidak harus menjauhi tekhnologi tetapi paling tidak kita harus menghindari bahan makanan kalengan, minuman kalengan, makanan yang diawetkan, makanan siap saji dan harus lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar dan juga minum air putih.









BAB III
DESKRIPSI PENYULUHAN

3.1 Tahap Persiapan Penyuluhan
Setiap kegiatan apapun harus dilakukan persiapan atau rencana agar kegiatan tersebut tidak mengalami hambatan dan dapat terlaksanakan dengan baik. Begitu juga dengan kegiatan penyuluhan ini dilakukan persiapan sedemikian rupa sehingga dapat berjalan sesuai dengan apa yang kami harapkan.
Persiapan ini di mulai sejak 2 bulan sebelum pelaksanaan, di awali dengan pencarian target sasaran atau tempat yang strategis untuk kami melakukan penyuluhan, penentuan tema dan judul yang akan disampaikan, penentuan dan persiapan alat-alat dan perlengkapan penyuluhan beserta penanggung jawab masing-masing bagian (seperti : materi, brosur, pelakat, spanduk, konsumsi, dll), penyusunan acara, penetapan hari dan waktu untuk melakukan penyuluhan, pembuatan surat izin, gladi resik, dll. Setelah semua telah dirasa dan dinyatakan telah siap tiba saatnya pelaksanaan kegiatan penyuluhan.
3.2 Tahap Perkenalan
Pagi tanggal 25 Mei 2011, beberapa penghuni panti atau disebut juga orang-orang lanjud usia berbondong-bondong datang ke aula pertemuan di Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya untuk mengikuti dan mendengarkan penyuluhan yang kami berikan tentang “Penyakit Stroke Pada Lansia” yang pada umumnya menyerang umur >50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan untuk yang berumur <50 tahun.
Kegiatan penyuluhan ini dibuka langsung oleh kepala panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya bapak Drs. Muzakkir M, M.Si dihadapan para penghuni panti (lansia) dan para staf pegawai panti. Kemudian acara dilanjutkan dengan perkenalan dari kami mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya serta kata sambutan dan tujuan inti dari kedatangan kami ke panti tersebut guna untuk lebih mempererat kedekatan, tidak ada rasa kecanggungan diantara lansia dengan kami dan lebih mempermudah lansia untuk memahami apa yang akan kami sampaikan nantinya. Sehingga tujuan dari penyuluhan kami dapat tersampaikan, tepat pada sasaran dan tidak menjadi sia-sia saja.

3.3 Tahap Pemberian Materi
            Setelah acara dibuka tibalah saatnya pada acara inti yaitu penyampaian materi penyuluhan. Pada kegiatan penyuluhan ini kami mengambil tema tentang “Penyakit Stroke Pada Lansia” yang isinya sebagai berikut :

Penyakit Stroke Pada Lansia
Stroke adalah tanda-tanda klinis mengenai gangguan fungsi cerebral secara local maupun global, yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau mengarah ke kematian tanpa penyebab yang kelihatan, selain tanda-tanda yang berkenaan dengan aliran darah di otak.
Penyakit stroke dapat secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu stroke iskemik (non-pendarahan) dan hemorragik (pendarahan). Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak sehingga pasokan oksigen dan nutrien ke otak mengalami gangguan. Stroke hemorragik adalah stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pendarahan. Hampir 70 persen stroke kategori ini terjadi pada penderita yang telah mengalami tekanan darah tinggi.
Gejala-gejala stroke adalah sebagai berikut:
a.       Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah                   satu sisi tubuh
b.      Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
c.       Penglihatan ganda
d.      Pusing
e.       Bicara tidak jelas (rero)
f.       Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
g.      Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh
h.      Pergerakan yang tidak biasa
i.        Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
j.        Ketidakseimbangan dan terjatuh
k.      Pingsan.
            Penderita kadang mengalami juga gejala peringatan sebelum stroke yaitu mengantuk, pusing, sakit kepala, dan kebingungan
            Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut.
Berikut beberapa cara mencegah pnyakit stroke adalah sebagai berikut:
·         Kontrol tekanan darah anda. Periksalah tekanan darah anda secara periodik dan jika naik, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan tekanan darah yang tepat akan mengurangi resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.
·         Berhentilah merokok. Rokok terbukti meningkatkan resiko terjadinya stroke. Studi membuktikan bahwa resiko terjadinya stroke pada orang yang berhenti merokok selama 2 sampai 5 tahun, jauh lebih rendah daripada mereka yang masih merokok.
·         Berolah ragalah yang teratur. Para ahli beranggapan, olah raga akan membuat jantung lebih kuat sehingga mampu mengalirkan darah lebih optimal. Olah raga juga akan mampu menurunkan berat badan. Kegemukan meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, atherosklerosis, penyakit jantug, dan kencing manis. Aktivitas fisik seperti jalan santai, berenang dan kerja lapangan mampu menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung. Sebelum memulai olah raga, konsultasilah ke dokter untuk mengetahui olah raga yang tepat untuk fisik anda.
·         Makanlah makanan yang sehat. Pilihlah makanan yang rendah lemak, lemak jenuh dan kolesterol. Makanlah bermacam jenis buah dan sayuran.
·         Bila anda menderita kencing manis, kontrolah penyakit anda dengan baik. Jika tidak tertangani dengan baik, kencing manis atau diabetes akan merusak pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya atherosklerosis.
·         Waspadahlah terhadap gejala atau tanda dini dari stroke. Segerahlah ke dokter bila anda mengalami kesemutan yang tidak jelas penyebabnya, sakit kepala yang berat secara tiba tiba, penglihatan kabur, kesulitan berbicara dan tiba tiba terjatuh atau pingsan. Gejala awal stroke sering disebut dengan Transient Ischemic Attack(TIA) yang sangat berpotensi terjadinya stroke.
3.4 Tahap Respon Balik (Tanya Jawab)
Setelah pemaparan materi kami lakukan, kami menginginkan adanya respon balik dari audience. Kami memberikan kesempatan kepada para pendengar, baik dari penghuni panti maupun dari pihak pegawai panti sendiri untuk mengajukan pertanyaan. Respon dari audience sangat baik, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada kami.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh audience tidak hanya menyangkut penyakit stroke sebagai tema penyuluhan kelompok kami, tetapi juga banyak pertanyaan di luar tema. Pertanyaan-pertanyaan tersebut kami jawab dengan pengetahuan yang kami miliki. Kami tetap mengizinkan para audience bertanya meskipun pertanyaan mereka di luar tema.
            Pertanyaan yang diajukan oleh audience adalah :
1.      Apa pengertian penyakit stroke secara spesifik?
2.      Apakah seseorang yang menderita tekanan darah rendah bisa menjadi tekanan darah tinggi?
3.      Apa yang harus dilakukan atau upaya apa yang dapat dilakukan oleh pengurus atau pegawai di panti terhadap lansia yang sudah terkena stroke?
4.      Apakah penyakit stroke merupakan penyakit keturunan?
5.      Apa saja yang dapat menyebabkan penyakit stroke?
6.      Banyak makanan yang menjadi pemicu penyakit stroke, jadi pola makan yang seperti apa untuk bisa mencegah penyakit stroke tersebut? Apakah harus berhenti makan makanan tersebut?
7.      Apa itu demam berdarah dan bagaimana proses penularan demam berdarah tersebut?
8.      Apakah obat untuk penyakit asma?
9.      Bagaimana dengan orang yang mengalami buta warna, apakah merupakan penyakit menular?
10.  Apa itu EPTM?
11.  Apakah seorang suami yang mengalami DM (diabetes mellitus) dapat menularkan ke istrinya?

Jawaban :
1.      Penyakit stroke adalah penyakit tidak menular yang telah mendunia. Stoke merupakan penyakit gangguan fungsional otak akut, akibat gangguan aliran darah ke otak karena pendarahan ataupun sumbatan dengan gejala dan tanda sesuai bagian otak yang terkena.
2.      Seorang yang menderita tekanan darah rendah bisa mengalami tekanan darah tinggi, tetapi sangat jarang sekali terjadi. Biasanya ini menjadi lebih berbahaya dibandingkan dengan penderita yang tekanan darahnya naik dengan perlahan atau tidak drastis.
3.      Untuk para lansia yang telah menderita stroke, pengurus panti bisa melakukan upaya rehabilitasi dengan mengembalikan lagi peran dan kegiatannya sehari-hari. Pihak panti bisa membantu para lansia untuk berjalan secara perlahan-lahan jika penderita srtoke mengalami lumpuh, atau lain sebagainya.
4.      Penyakit stroke bukan merupakan penyakit keturunan, karena stroke tidak didapat dari orang tua melainkan dari gaya hidup. Di antara faktor-faktor resiko stroke, tidak ada faktor keturunan.
5.      Tidak ada penyebab penyakit stroke, tetapi penyakit stroke bisa dipicu oleh adanya gangguan aliran darah ke otak. Gangguan aliran darah ini dipicu oleh banyak faktor,berupa makanan, rokok, dan kurangnya olahraga.
6.       Penyakit stroke salah satu pemicunya adalah karena makanan yang tidak sehat. Pola makan yang sehat yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit stroke adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang dapat mamicu hipertensi, tidak mengkinsumsi makanan-makanan secara berlebihan. Artinya, bukan kita tidak boleh atau harus menghentikan makan makanan tersebut melainkan adalah mengurangi konsumsinya dan tidak makan secara berlebihan.
7.      Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegepty yang di dalam tubuhnya terdapat parasit berupa Plasmodium. Demam berdarah bisa disebabkan karena lingkungan yang banyak terdapat genangan air. Demam berdarah menular lewat gigitan nyamuk. Nyamuk tersebut mengandung parasit yang menjadi penyebab DBD sehingga saat tubuh kita digigit, parasit tersebut masuk dan berkembang di tubuh.
8.      Penyakit asma adalah penyakit akibat adanya gangguan di sistem pernapasan. Untul obatnya, bisa dikonsultasikan ke dokter sebagai tenaga medis yang lebih mengerti.
9.      Buta warna bukan merupakan penyakit menular, buta warna merupka penyakit keturunan yang diturunkan dari orang tua yang memiliki gen pembawa ataupun memang penderita buta warna.
10.  EPTM adalah kepanjangan dari epidemiologi penyakit tidak menular. EPTM merupakan ilmu yang mempelajari tentang frekuensi (banyaknya kejadian penyakit), distribusi (penyebaran penyakit), dan determinan (penyebab) penyakit yang tidak menular.
11.  Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular dan penyebabnya adalah karena gaya hidup. Jadi, seorang suami yang menderita DM tidak dapat menularkan penyakit kepada istrinya.Kebanyakan yang terjadi di masyarakat adalah suami dan istri sama-sama menderita DM, ini terjadi karen pola makan atau gaya hidup suami sama dengan istri karena mereka higup dalam satu keluarga.

            Jawaban dari pertanyaan kami jawab dengan bahasa yang sederhana, mengingat audience yang rata-rata usianya lebih dari 60 tahun. Jawaban yang kami berikan dapat diterima dengan baik oleh audience

3.5 Tahap Akhir
Setelah mendengar penjelasan tentang Penyakit Stroke dan melakukan interaksi dengan tanya jawab. Audience sangat antusias mendengar dan memperhatikan penyuluhan yang kami lakukan dari tahap awal sampai tahap akhir karena tema penyakit stroke yang sangat berhubungan dengan usia-usia mereka.
Sebelum kami menutup kegiatan, kami memberi nasehat untuk melakukan pencegahan sebelum terkena penyakit stroke dengan menjaga kesehatan diri melalui kontrol terhadap makanan yang dikonsumsi, melakukan pola hidup sehat melalui olahraga, menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap, dan lain-lain. Kemudian kami tutup dengan salam. Diujung acara kami memberikan cinderamata kepada pihak panti sebagai kenang-kenangan dari kami juga sebagai ucapan terima kasih dari kami karena telah menerima kami dengan baik di Panti Tresnawerda “Warga Tama”.



BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan
Dari apa yang telah diuraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa Penyakit Stroke merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Kejadian serangan penyakit stroke bervariasi antar tempat, waktu, dan keadaan penduduk. Jumlah penyakit Stroke cenderung terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit Stroke menjadi salah satu penyakit  penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penerapan pola atau gaya hidup yang sehat sangat penting dan sangat perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit stroke.
4.2 Saran
Stroke tidak memandang apakah seseorang itu miskin, kaya, tua ataupun muda. Stroke dapat menyerang siapa saja karena setiap orang memiliki factor resiko penyakit stroke. Terlebih jika seseorang yang telah memiliki riwayat penyakit stroke, sebaiknya mulai menjalankan pola hidup sehat. Begitupun bagi yang masih sehat demi mencegah terkena penyakit stroke tersebut.
-          Mari kita cegah stroke dengan pola hidup yang sehat.
-          Mari kita cegah stroke dengan makan- makanan yang sehat dan bergizi, dan
-          Mari kita cegah stroke dengan menghindari sejak dini makanan- makanan yang tidak sehat dan mengandung zat kimia.

DAFTAR PUSTAKA
Bustan,M.N.. EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR. Jakarta :Rineka Cipta.
Garnadi, Yudi. Stroke & apa yang harus anda ketahui untuk mencegah Stroke. Jakarta :Familia Medica

Internet
Stroke, www.holistic-online.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar