PENYULUHAN EPIDEMIOLOGI
PENYAKIT TIDAK MENULAR
PENYAKIT STROKE
PADA LANSIA
FAKULTAS
KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
2011
PENYAKIT STROKE PADA LANSIA
KETUA :
AHMAD RIZANI
ANGGOTA :
·
HILDAYANTI
·
LUSIA WENI
·
DALYLA
·
LUCYA
BERTHA
·
ELMAYANA
FAKULTAS
KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
2011
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kehidupan
modern sekarang menuntut segala sesuatu yang serba instant dan cepat, baik
dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan ataupun makanan. Oleh karena itulah
banyak masyarakat yang memilih makan makanan yang cepat saji (fastfood).
Seiring dengan perkembangan tersebut tentulah ada dampak yang baik dan buruk.
Baik dalam segi waktu tapi mempunyai efek buruk pada sisi kesehatan tubuh.
Makanan cepat saji cenderung mengandung bahab-bahan yang berbahay bagi tubuh
jika terus dikonsumsi, pestisida, polusi udara, limbah beracun dan zat additive
yang ada dalam makanan tersebut pelan-pelan akan menganggu dan merusak tubuh
kita.
Salah satu
penyakit yang disebabkan oleh pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat
adalah penyakit stroke. Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki),
terdapat kecenderungan meningkatnya
jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir.
Kecenderungannya bahkan menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini
akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat
mengakibatkan terganggunya social ekonomi keluarga.
Di Indonesia,
stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker.
Bahkan, menurut survei tahun2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS
Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.
Diperkirakan ada 500.000
penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih
kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang
dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan
penderita terus menerus di kasur. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh
darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral)
yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO
mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf
yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain
dari itu. Ada sekitar 30%-40% penderita stroke yang masih dapat sembuh secara
sempurna Asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu.
Hal ini penting agar penderita tidak mengalami
kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya
pelo, namun gejalasisa ini masih bisa disembuhkan. Sayangnya, sebagian besar
penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya
serangan. Bila demikian, tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan.
Tindakan pemulihan ini penting untukmengurangi komplikasi akibat stroke dan
berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum
serangan stroke. Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke
sebaiknya dilakukan secepat mungkin, idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi
pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung
dari kebutuhan pasien. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.
1.
2 Tujuan
1.2.1
Tujuan Laporan
Laporan ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi
tugas mata kuliah Epidemiologi Penyakit
Tidak Menular. Laporan ini juga bertujuan untuk:
- Memberi
bukti tertulis tentang kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa
- Memberi
gambaran lengkap tentang kegiatan penyuluhan yang dilakukan.
1.2.2 Tujuan
Kegiatan
Kegiatan penyuluhan lapangan merupakan bekal dan sebagai tempat latihan
bagi mahasiswa untuk berhadapan langsung dengan masyarakat. Kegiatan penyuluhan
di Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya ini dilakukan bertujuan untuk
memenuhi tugas Mata Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Selain itu, kegiatan
penyuluhan ini dilaksanakan dengan tujuan :
- Memberikan penjelasan kepada Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya tentang penyakit stroke dan pencegahannya melalui gaya hidup sehat.
- Memberikan latihan kepada mahasiswa agar terbiasa untuk melakukan penyuluhan dan mampu berhadapan langsung dengan masyarakat luas.
- Mengurangi insiden stroke di Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya yang turut mempengaruhi angka kejadian stroke di Indralaya.
1.3 Manfaat
Manfaat
dari kegiatan penyuluhan ini adalah :
- Memperoleh pengalaman dalam melakukan penyuluhan.
- Memberi pengetahuan kepada warga Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya sehingga mereka dapat melakukan upaya preventif penyakit stroke
- Mempengaruhi warga Panti Tresnawerdha “Warga Tama” Indralaya untuk menerapkan pola gaya hidup yang sehat.
1.4
Waktu dan Sasaran
Kegiatan
ini dilakukan pada:
Hari
dan Tanggal : Rabu, 25 Mei 2011
Waktu : 9.00 WIB s.d selesai
Lokasi : Panti Tresnawerdha
“Warga Tama” Indralaya
Alamat :
Jalan Lintas Timur KM.36, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir
Sasaran
yang di dapat berjumlah: 50 orang warga pantai dan 15 orang staff dan pimpinan panti
BAB
II
ISI
2.1
PENYAKIT STROKE
2.1.1 Pengertian Penyakit Stroke
Penyakit stroke adalah salah satu
penyakit yang banyak menyerang masyarakat kita. Stroke adalah serangan akut
‘serebrovaskular’ yaitu yang berhubungan dengn otak (cerebro) dan pembulu darah
(vaskuler) yang datang secara tiba-tiba. Menurut Bustan “stroke adalah suatu
penyakit deficit neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah
otak yang terjadi secara mendadak dan menimbulkan gejala dan tanda-tanda yang
sesuai dengan daerah otak yang terganggu.”
Menurut WHO stroke adalah
tanda-tanda klinis mengenai gangguan fungsi cerebral secara local maupun
global, yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau mengarah ke kematian
tanpa penyebab yang kelihatan, selain tanda-tanda yang berkenaan dengan aliran
darah di otak. Kata ‘stroke’ berarti “penyakit gangguan fungsional otak akut,
local maupun global, akibat gangguan aliran darah ke otak karena pendarahan
ataupun sumbatan dengan gejala dan tanda sesuai bagian otak yang terkena, yang
dapat sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, atau berakibat kematian” menurut
Junaidi. Sedangkan menurut Intan
Kusumadiani, Stroke
atau CVA (Cerebrovascular Accident) atau penyakit peredaran darah otak adalah
kerusakan pada bagian otak yang terjadi bila pembuluh darah yang membawa
oksigen dan zat-zat gizi ke bagian otak tersumbat atau pecah.
2.1.2
Klasifikasi Stroke
Mengenai klasifikasi penyakit
stroke, ada banyak macam klasifikasi mengenai stroke. Misalnya saja WHO (World
Health Organization, 1989) dan National Institute of Neurological Diseases and
stroke (NINDS,1990). “Pada dasarnya klasifikasi tersebut dikelompokkan atas
dasar manifestasi klinik, proses patologi yang
terjadi di otak dan tempat lesinya. Hal ini berkaitan dengan pendekatan
diagnosis klinis, diagnosis kausal, dan diagnosis tropis”.(Bustan 2007:82)
1.
Stroke Iskemik
Penyakit
stroke dapat secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu stroke
iskemik (non-pendarahan) dan hemorragik (pendarahan). Stroke iskemik adalah
stroke yang terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak
sehingga pasokan oksigen dan nutrien ke otak mengalami gangguan. “Jenis iskemik
dapat berupa TIA (transient ischemic attack), thrombosis, dan
emboli” (Bustan,2007: 82). Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti
karena aterosklerosis (penumpukan
kolesterol pada diniding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat
suatu pembuluh darah ke otak . Sebagian besar stroke masuk ke dalam kategori
ini.
Pada
stroke jenis ini penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah
arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis
interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari
lengkung aorta jantung.
2. Stroke Hemorragik
Stroke hemorragik adalah stroke yang terjadi akibat
pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pendarahan. Bustan (2007:82)
menyatakan “jenis hemorhagik dapat terjadi sebagai pendarahan intracerebral
ataupun subaraknoid”. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) rentan dengan
stroke kategori ini. Hampir 70 persen stroke kategori ini terjadi pada
penderita yang telah mengalami tekanan darah tinggi.
Penyebab utamanya adalah hipertensi, terjadi jika tekanan darah
meningkat dengan signifikan, pembuluh arteri robek sehingga menyebabkan perdarahan pada jaringan otak yang membentuk suatu massa sehingga jaringan otak
terdesak, bergeser, atau tertekan(displacement of brain tissue) yang
menyebabkan fungsi otak terganggu. Semakin besar hemoragi yg terjadi maka
semakin besar pula displacement jaringan otak yang terjadi. Pasien dengan
stroke hemoragik sebagian besar mengalami ketidaksadaran atau bahkan meninggal.
2.1.3 Penyebab Stroke
Penyebab penyakit stroke bisa
bermacam-macam. Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang banyak
menyerang masyarakat kita. Telah banyak korban yang menderita dan meninggal
akibat serangan penyakit stroke ini. Mengetahui penyebab penyakit stroke adalah
sangat penting agar anda bisa terhindar dari penyakit ini dan juga mendapatkan
latar belakang pengetahuan tentang penyakit tersebut. Lalu apa sebenarnya
penyakit stroke itu? Apa yang menjadi penyebabnya?
Secara ringkas, penyakit stroke
adalah berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Otak tidak bisa
berfungsi dengan baik jika kekurangan oksigen, termasuk komunikasi otak dengan
bagian-bagian tubuh lainnya. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami
degenerasi (mati). Berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini terjadi akibat
penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah.
2.1.4 Gejala Stroke
Pada umumnya, stroke terjadi secara
mendadak. Orang yang tampaknya sehat bisa terkena serangan stroke secara
tiba-tiba. Pada saat itu, sel otak mati akibat kekurang suplai oksigen. Sel
yang mati akan bertambah banyak dan bertambah luas dalam waktu yang cepat.
Gejala-gejala stroke adalah sebagai
berikut:
1.
Kelemahan
atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu
sisi tubuh
2.
Hilangnya
sebagian penglihatan atau pendengaran
3.
Penglihatan
ganda
4.
Pusing
5.
Bicara
tidak jelas (rero)
6.
Sulit
memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
7.
Tidak
mampu mengenali bagian dari tubuh
8.
Pergerakan
yang tidak biasa
9.
Hilangnya
pengendalian terhadap kandung kemih
10.
Ketidakseimbangan
dan terjatuh
11.
Pingsan.
Penderita kadang mengalami juga gejala peringatan sebelum
stroke yaitu mengantuk, pusing, sakit kepala, dan kebingungan.
Menurut the U.S.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), ini adalah
lima tanda-tanda utama dari stroke:
o Kematian rasa
(kekebasan) atau kelemahan-kelemahan yang mendadak dari muka, tangan atau kaki,
terutama pada satu sisi dari tubuh. Kehilangan dari gerakan sukarela (voluntary
movement) dan/atau sensasi mungkin adalah sepenuhnya atau sebagian. Mungkin
juga ada suatu sensasi kegelian (kesemutan) yang berkaitan pada area yang
terpengaruh.
o Kebingungan atau
kesulitan berbicara atau mengerti yang mendadak. Adakalanya kelemahan pada
otot-otot muka dapat menyebabkan pengeluaran air liur.
o Kesulitan melihat yang
mendadak pada satu atau kedua mata
o Kesulitan berjalan,
kepeningan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi yang mendadak.
o Sakit kepala yang parah
yang mendadak dengan penyebab yang tidak diketahui.
2.1.5 Faktor Resiko Stroke
Faktor-faktor
resiko suatu penyakit adalah suatu kondisi atau keadaan yang menyebabkan
seseorang lebih rentan terhadap serangan suatu penyakit dibandingkan dengan
orang lain yang tidak memiliki faktor-faktor resiko tersebut. Untuk penyakit
stroke, faktor-faktor resiko tersebut dapat dibagi dua menurut tingkat
pengendaliannya, yaitu:
1.
Faktor-faktor yang tidak bisa
dihindari atau dikendalikan
Faktor-faktor ini merupakan faktor alamiah yang melekat pada seseorang tertentu. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengnendalikan faktor-faktor ini. Adapun factor-faktor tersebut adalah :
Faktor-faktor ini merupakan faktor alamiah yang melekat pada seseorang tertentu. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengnendalikan faktor-faktor ini. Adapun factor-faktor tersebut adalah :
a.
Usia
Dari berbagai studi yang dilakukan
tentang penyakit stroke, umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
terjadinya stroke. Pada umumnya, orang yang telah berumur tua lebih rentan
terkena penyakit stroke dibandingkan dengan yang lebih muda. Ini adalah kondisi
alamiah yang harus diterima. Pada saat umur bertambah, kondisi jaringan tubuh
sudah mulai kurang fleksibel dan lebih kaku, termasuk dengan pembuluh darah.
Semakin bertambah tua usia Anda,
semakin risikonya. Setelah berusia 55 tahun, risikonya berlipat ganda setiap
kurun waktu sepuluh tahun. Dua pertiga dari semua serangan stroke terjadi pada
orang yang berusia di atas 65 tahun. Tetapi, itu tidak berarti bahwa stroke
hanya terjadi pada orang lanjut usia karena stroke dapat menyerang semua
kelompok umur.
b. Jenis Kelamin
Pria lebih rentan terkena penyakit
stroke dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin lebih berhubungan dengan
faktor-faktor pemicu lainnya yang lebih banyak dilakukan oleh pria dibandingkan
dengan perempuan, misalnya merokok, minum alkohol, dan sebagainya.
Risiko stroke pria 1,25 lebih tinggi
daripada wanita, tetapi serangan stroke pada pria terjadi di usia lebih muda
sehingga tingkat kelangsungan hidup juga lebih tinggi. Dengan perkataan lain,
walau lebih jarang terkena stroke, pada umumnya wanita terserang pada usia
lebih tua, sehingga kemungkinan meninggal lebih besar.
c.
Ras atau warna kulit
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
orang yang mempunyai ras warna kulit putih lebih banyak yang terkena stroke
dibandingkan dengan ras dengan berwarna kulit berwarna gelap.
d. Keturunan
Orang yang berasal dari keluarga
yang memiliki riwayat terkena stroke akan lebih rentan dibandingkan dengan
orang lain yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.
Nampaknya, stroke terkait dengan
keturunan. Faktor genetik yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah
tinggi, penyakit jantung, diabetes dan cacat pada bentuk pembuluh darah. Gaya
hidup dan pola suatu keluarga juga dapat mendukung risiko stroke. Cacat pada
bentuk pembuluh darah(cadasil) mungkin merupakan faktor genetik yang paling
berpengaruh dibandingkan faktor risiko stroke yang lain.
2. Faktor-faktor yang bisa
dikendalikan atau dihindari
Faktor-faktor ini merupakan akibat dari kebiasaan yang buruk yang bisa meningkatkan resiko terkena penyakit stroke. Faktor-faktor ini lah yang seharusnya kita perhatikan agar bisa minimalkan kejadiannya pada diri kita masing-masing. Ini adalah faktor-faktor resiko penyakit stroke yang bisa dikendalikan. Bisa dikendalikan di sini artinya faktor-faktor tersebut bisa kita kendalikan kejadiannya pada diri kita.
Faktor-faktor ini merupakan akibat dari kebiasaan yang buruk yang bisa meningkatkan resiko terkena penyakit stroke. Faktor-faktor ini lah yang seharusnya kita perhatikan agar bisa minimalkan kejadiannya pada diri kita masing-masing. Ini adalah faktor-faktor resiko penyakit stroke yang bisa dikendalikan. Bisa dikendalikan di sini artinya faktor-faktor tersebut bisa kita kendalikan kejadiannya pada diri kita.
a. Hipertensi atau
tekanan darah tinggi
Orang-orang
yang terkena hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena serangan
stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab penyakit stroke yang
utama. Pada orang yang terkena darah tinggi, aliran darahnya menjadi tidak
normal dan lambat akibat penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah. Suplai
oksigen dan glukosa ke otak pun (yang di bawa oleh aliran darah) juga akan
mengalami penurunan.
Penderita
hipertensi memiliki faktor risiko stroke empat hingga enam kali lipat
dibandingkan orang yang tanpa hipertensi dan sekitar 40 hingga 90 persen pasien
stroke ternyata menderita hipertensi sebelum terkena stroke.
Secara
medis, tekanan darah di atas 140—90 tergolong dalam penyakit hipertensi. Oleh
karena dampak hipertensi pada keseluruhan risiko stroke menurun seiring dengan
pertambahan umur, pada orang lanjut usia, faktor-faktor lain di luar hipertensi
berperan lebih besar terhadap risiko stroke. Pada orang yang tidak menderita
hipertensi, risiko stroke meningkat terus hingga usia 90, menyamai risiko
stroke pada orang yang menderita hipertensi.
b.
Penyakit jantung
Penyakit
jantung juga merupakan faktor penting yang menyebabkan serangan stroke.
Gangguan atau kelainan jantung menyebabkan pemompaan darah ke seluruh bagian
tubuh lainnya, termasuk ke otak, menjadi tidak normal. Dari hal ini bisa
dipahami hubungan yang erat antara penyakit jantung dan stroke.
c.
Kencing manis
Penyakit
kencing manis (diabetes mellitus) juga menjadi pemicu terjadinya serangan stroke
pada seseorang. Orang yang terkena kencing manis akan mempunyai gangguan pada
pembuluh darah yang juga mempengaruhi aliran darah.
d.
Kadar kolesterol darah yang tinggi
Kandungan
kolesterol dalam darah yang terlalu tinggi di atas ambang normal (hiperkolesterolemia)
juga akan menjadi faktor pemicu terjadinya stroke.
e.
Merokok
Kebiasaan
merokok akan meningkatkan kadar fibrinogen di dalam darah. Fibrinogen yang
tinggi dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah yang akan
menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lentur, serta bisa
menimbulkan plak.
f.
Obesitas atau kelebih berat badan
2.1.6 Upaya Pencegahan & Penanggulangan Stroke
Upaya
pencegahan untuk menghindari penyakit stroke dimulai dengan memperbaiki gaya
hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena
penyakit tersebut. Untuk pencegahan penyakit stroke hindari obesitas/kegemukan
dan kolesterol tinggi. Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran,
buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging,
makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak
mengandung lemak jenuh lainnya. Makanan yang banyak mengandung kolesterol
tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang
menjadi pemicu penyakit stroke.
Berhenti
merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari
lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga
meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan
darah yang memicu penyakit stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan
jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan
perokok. Kurangi minum alkohol. Makin
banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan stroke terutama jenis hemoragik makin
tinggi. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan
darah dan menyebabkan kejang arteri.
Lakukan Olahraga/aktivitas fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi
bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang
merupakan faktor risiko lain terkena stroke.
Kendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula
darah. Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke. Diabetes juga
meningkatkan risiko stroke 1,5-4 kali lipat, terutama apabila gula darahnya
tidak terkendali. Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin,
kokain, amfetamin, karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan
risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba.
Berikut
beberapa cara mencegah pnyakit stroke adalah sebagai berikut:
- Kontrol tekanan darah anda. Periksalah tekanan darah anda secara periodik dan jika naik segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan tekanan darah yang tepat akan mengurangi resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.
- Berhentilah merokok. Rokok terbukti meningkatkan resiko terjadinya stroke. Studi membuktikan bahwa resiko terjadinya stroke pada orang yang berhenti merokok selama 2 sampai 5 tahun, jauh lebih rendah daripada mereka yang masih merokok.
- Berolahragalah yang teratur. Para ahli beranggapan, olah raga akan membuat jantung lebih kuat sehingga mampu mengalirkan darah lebih optimal. Olah raga juga akan mampu menurunkan berat badan. Kegemukan meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, atherosklerosis, penyakit jantug, dan kencing manis. Aktivitas fisik seperti jalan santai, berenang dan kerja lapangan mampu menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung. Sebelum memulai olah raga, konsultasilah ke dokter untuk mengetahui olah raga yang tepat untuk fisik anda.
- Makanlah makanan yang sehat. Pilihlah makanan yang rendah lemak, lemak jenuh dan kolesterol. Makanlah bermacam jenis buah dan sayuran.
- Bila anda menderita kencing manis, kontrolah penyakit anda dengan baik. Jika tidak tertangani dengan baik, kencing manis atau diabetes akan merusak pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya atherosklerosis.
- Waspadahlah terhadap gejala atau tanda dini dari stroke. Segerahlah ke dokter bila anda mengalami kesemutan yang tidak jelas penyebabnya, sakit kepala yang berat secara tiba tiba, penglihatan kabur, kesulitan berbicara dan tiba tiba terjatuh atau pingsan. Gejala awal stroke sering disebut dengan Transient Ischemic Attack(TIA) yang sangat berpotensi terjadinya stroke.
Menurut American Heart Association
Dietary Guidelines, pola makan yang baik bagi penderita stroke antara
lain :
- · Pilihlah makanan dengan cakupan gizi yang seimbang, terutama mengandung buah, sayur dan biji-bijian.
·
Makanan diberikan dengan jadwal yang teratur dan bahan makanan yang
bervariasi. Makanan yang dapat dikonsumsi setiap hari oleh penderita stroke
antara lain :
ü
Makanan kelompok serealia seperti beras merah, jagung, oatmeal, tepung
gandum, roti gandum, dll
ü
Makanan yang mengandung polisakarida seperti nasi putih, roti putih,
kentang, pasta,sereal, dll
ü
Makanan yang mengadung lemak tidak jenuh seperti minyak jagung, canola,
minyak zaitun, minyak kedelai
ü
Produk susu rendah lemak seperti keju rendah lemak, dan yoghurt
ü
Minimal 5 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran hijau setiap hari
ü
Minimal 6 porsi harian untuk produk biji-bijian dan kacang kacangan,
seperti kacang polong, kacang kedelai, kacang kapri, kenari, mete, almond, dll
ü
Sementara untuk ikan, telur,
dan daging unggas dapat dikonsumsi 1-2 kali/minggu.
·
Turunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Dapat dilakukan dengan membatasi makanan yang mengandung
tinggi lemak tersaturasi (seperti daging, mentega, keju, susu, minyak kelapa,
dan minyak palem) dan makanan yang mengandung tinggi kolesterol (seperti kuning
telur, daging merah, hati, otak,dll). Batasi asupan kolesterol hanya sekitar
200mg/hari dan batasi asupan lemak trans yang terdapat pada makanan
goreng-gorengan.
·
Normalkan tekanan darah. Batasi asupan garam hingga kurang dari 6 gram/hari, atau kurang lebih 1 ½
sendok teh setiap hari.
·
Turunkan berat badan hingga mencapai berat badan
ideal. Dapat
dicapai dengan mengkonsumsi makanan sesuai kebutuhan kalori dan meningkatkan
aktivitas fisik dengan berolahraga teratur minimal 30 menit/hari. Hindari
makanan yang mengandung tinggi gula. Untuk mengetahui berat badan ideal, anda
dapat menggunakan fasilitas dari Klikdokter yang terdapat di halaman depan
sebelah kiri bawah dengan memasukkan berat badan dan tinggi badan Anda.
2.1.7 Pengobatan Penyakit Stroke
Obat-obat yang bisa memperkecil orang untuk terkena
penyakit stroke untuk kedua kalinya antara lain :
1.
Jelly
Gamat Gold. Kandungan jelly Gamat Gold sangat baik untuk menurunkan darah
tinggi, menurunkan kolesterol, mengobati penyakit jantung, dan penyakit stroke.
2.
Ekstrak
XAMthone dari manggis. Saat ini XAMthone telah diproduksi dengan merek XAMthone
plus. Produk
dalam bentuk minuman suplemen ini baru pertama kali diproduksi di Indonesia
dalam skala industri. XAMthone Plus adalah estrak buah manggis yang
dikombinasikan dengan rosella, madu,anggur dan apel sehingga memberikan rasa
sensasional, sehingga cocok disebut sebagai minuman suplemen generasi baru.
Dalam aplikasinya pada pengguna, XAMthone Plus terbukti mampu memberikan reaksi
cepat dalam mematikan penyakit akibat mikroba (bakteri, fungi, virus, parasit)
dan secara signifikan mampu memperbaiki sistem dalam tubuh (menormalkan
kandungan gula dalam darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat dan
sebagainya). Bahkan bukti spektakuler terjadi pada kesembuhan beberapa penderita
penyakit stroke, penurunan fungsi ginjal, kanker payudara, leukemia dan masih
banyak lagi.
3.
Manitol
atau kortikosteroid. Manitol dapat digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan
tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut
4.
Calcium Powder (1x1) dan Vigor (1-2x3) untuk stroke akibat penyempitan
pembuluh darah. Vigor mengencerkan darah dan melenturkan pembuluh darah.
5.
Calcium
Powder
(1x1) dan Vitality (3x1) untuk stroke akibat
pemecahan pembuluh darah. Calcium
dan Vitality mempercepat pemulihan luka dalam/pendarahan.
6.
Chitosan
(2x3) dan Antilipemic Tea (1x1), jika stroke
berhubungan dengan kolesterol / lemak maka obat ini dapat dipakai
7.
Benefecial (3x2), Chitosan (3x2)
dan Antilipemic Tea (1x1), mampu memulihkan stroke yang berhubungan
dengan tekanan darah tinggi.
8.
Acupoint,
bisa membantu secara signifikan dan spontan untuk memulihkan akibat stroke pada
alat gerak, pilih titik pemulihan stroke.
9.
Tahitian
Noni Juice (USA Product). Obat ini adalah produk herbal yang memiliki
Persetujuan Pendaftaran Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM]: POM TI 054 617
361 sebagai cairan obat dalam. Tahitian Noni Juice dapat mengatasi orang-orang
yang terkena Penyakit Stroke.
Selain obat-obatan diatas, ada juga jenis tumbuhan obat
dan bahan alami yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi penyakit
stroke, antara lain:
1.
Daun
Dewa (Gynura segetum), efek farmakologisnya antara lain sebagai
antikoagulant, mencairkan bekuan darah, melancarkan sirkulasi darah dan
membersihkan racun. Bagian yang dipakai adalah daun dan umbinya. Dosis yang
dianjurkan yaitu15-30 gram daun segar dan 6-10 gram umbinya.
2.
Mengkudu
(Morinda citrifolia), khasiatnya
menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol dan kadar gula darah
tinggi. Khasiat tersebut dapat mencegah risiko terkena penyakit stroke dan
jantung. Dosisnya 2-3 buah mengkudu yang matang.
3.
Bawang
Putih (Allium sativum), efeknya melancarkan sirkulasi darah,
antikoagulan (mencegah pembekuan darah), menurunkan kolesterol darah,
menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan menambah
sistem kekebalan.
4.
Bawang
Bombay (Allium cepa), berkhasiat mencegah penggumpalan darah, menurunkan kadar lemak darah, kadar gula
darah dan tekanan darah.
5.
Jamur
Kuping Hitam (Auricularia auricula), efeknya mencegah stroke dan pendarahan
otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.
6.
Rumput
Laut (Laminaria japonica), mencegah penyempitan pembuluh darah,
menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
7. Terung
Ungu (Solanum melongena L.), mencegah Atherosklerosis, mecegah
meningkatnaya kolesterol darah dan menurunkan ketegangan syaraf.
8.
Jantung
Pisang, mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh
darah.
9.
Bunga
Mawar (Rosa chinensis), melancarkan sirkulasi daarah, menetralkan racun.
Dosis pemakaian 3-10 gram bunga mawar kering.
10. Siantan (Ixora stricta Roxb.), mengecilkan bekuan
darah, menurunkan tekanan darah. Dosis pemakaian 10-15 gram bunga siantan.
2.1.8 Penyakit
yang mengiringi Penyakit Stroke
Beberapa penyakit yang dapat mengiringi stroke adalah
sebagai berikut:
1.
Diabetes
Mellitus
2.
Aterosklerosis
(penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah)
3.
Migrain
4.
Gangguan
Jantung
5.
Hipertensi
/ tekanan darah tinggi. Menurut statistik. 93% pengidap penyakit stroke ada
hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi
6.
Kelemahan
otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik
7.
Aphasia, apraxia, daya ingat menurun,
hemineglect, kebingungan.
2.2
LANSIA
2.2.1 Pengertian Lansia
Lansia (Lanjut Usia) adalah kelompok penduduk berumur
tua. Golongan penduduk yang mendapat perhatian atau penglompokan trsendiri ini
adalah polulasi berumur 60 tahun.atau lebih. Lanjut usia adalah tahap akhir
perkembangan pada daur kehidupan manusia
Sedangkan menurut pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No.13 Tahun 1998 tentang
Kesehatan dikatakan bahwa lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia
lebih dari 60 tahun(Budi,1999).
Dikatakan lansia apabila sudah berumur lebih dari 55
tahun, sesuai umur pensiun pegawai negeri di Indonesia. Untuk negara-negara
yang sudah maju dengan keadaan ekonomi, keadaan gizi, dan kesehatan yang telah
baik, batas umur 65 tahun baru dikatakan lansia.
Menurut Maryam, dkk (2008) lansia dibagi dalam lima
klasifikasi, meliputi :
1.
Pralansia
yaitu seseorang yang berusia antara 45–59 tahun.
2.
Lansia
yaitu seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih.
3.
Lansia
resiko tinggi yaitu seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih
4.
Lansia
potensial yaitu lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan atau kegiatan yang
dapat menghasilkan barang/jasa.
5.
Lansia
tidak potensial yaitu lansia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga hidupnya bergantung pada bantuan
orang lain.
Karateristik Lansia
Menjadi lansia tidak bisa dihindari karena merupakan
tahapan dalam proses kehidupan manusia. Menurut Irwan ( 2008) lansia memiliki
karateristik antara lain:
1.
Berusia
lebih dari 60 tahun.
2.
Kebutuhan
dan masalah yang bervariasi dari rentang
sehat sampai sakit, dari kebutuhan biopsikososial sampai spiritual, serta dari
kondisi adaptif hingga kondisi
maladaptif.
3.
Lingkungan
tempat tinggal bervariasi.
2.2.2 Kesehatan Lansia
Pengertian
lansia adalah periode dimana organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran
dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu. Ada
beberapa pendapat mengenai “usia kemunduran” yaitu ada yang menetapkan 60
tahun, 65 tahun dan 70 tahun. Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun
sebagai usia yang menunjukkan proses menua yang berlangsung secara nyata dan
seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah
kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
Masalah
kesehatan mental pada lansia dapat berasal dari 4 aspek yaitu fisik,
psikologik, sosial dan ekonomi. Masalah tersebut dapat berupa emosi labil,
mudah tersinggung, gampang merasa dilecehkan, kecewa, tidak bahagia, perasaan
kehilangan, dan tidak berguna. Lansia dengan problem tersebut menjadi rentan
mengalami gangguan psikiatrik seperti depresi, ansietas (kecemasan), psikosis
(kegilaan) atau kecanduan obat. Pada umumnya masalah kesehatan mental lansia
adalah masalah penyesuaian. Penyesuaian tersebut karena adanya perubahan dari
keadaan sebelumnya (fisik masih kuat, bekerja dan berpenghasilan) menjadi
kemunduran.
Lansia
juga identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam
penyakit. Lansia akan memerlukan obat yang jumlah atau macamnya tergantung dari
penyakit yang diderita. Semakin banyak penyakit pada lansia, semakin banyak
jenis obat yang diperlukan. Banyaknya jenis obat akan menimbulkan masalah
antara lain kemungkinan memerlukan ketaatan atau menimbulkan kebingungan dalam
menggunakan atau cara minum obat. Disamping itu dapat meningkatkan resiko efek
samping obat atau interaksi obat.
Pemberian
nutrisi yang baik dan cukup sangat diperlukan lansia. Hal tersebut dilakukan
dengan pertimbangan bahwa lansia memerlukan nutrisi yang adekuat untuk
mendukung dan mempertahankan kesehatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi
kebutuhan gizi antara lain: berkurangnya kemampuan mencerna makanan,
berkurangnya cita rasa, dan faktor penyerapan makanan.
Dengan
adanya penurunan kesehatan dan keterbatasan fisik maka diperlukan perawatan
sehari-hari yang cukup. Perawatan tersebut dimaksudkan agar lansia mampu
mandiri atau mendapat bantuan yang minimal. Perawatan yang diberikan berupa
kebersihan perorangan seperti kebersihan gigi dan mulut, kebersihan kulit dan
badan serta rambut. Selain itu pemberian informasi pelayanan kesehatan yang
memadai juga sangat diperlukan bagi lansia agar dapat mendapatkan pelayanan
kesehatan yang memadai.
2.3
STROKE PADA LANSIA
Penuaan
atau proses terjadinya tua adalah suatu proses menghilangnya secara
perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan
mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi
serta memperbaiki kerusakan yang diderita.
Pada
lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk
memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara
perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki
kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994). Karena itu di dalam tubuh akan
menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakit
degeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode
terminal (Darmojo dan Martono, 1999;4).
Faktor
risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan adalah usia, jenis kelamin, ras,
riwayat keluarga, dan riwayat stroke sebelumnya. Kelompok usia lanjut dan
laki-laki lebih mudah terkena stroke, demikian pula seseorang dengan riwayat
keluarga stroke.
Sejumlah
perubahan fisiologis berlangsung dalam proses penuaan, meskipun laju dan
besarnya perubahan tersebut berbeda-beda pada setiap orang. Menurut Barasi
(2007) perubahan yang terkait dengan kondisi medis dapat berdampak pada status
gizi (mungkin disebabkan oleh penyakit atau pengobatannya) :
a. Berkurangnya
mobilitas - muskuluskletal, saraf, sirkulasi darah, respirasi, dan kelebihan
berat badan.
b. Fungsi
koknitif – gangguan koknitif dan demensia.
c. Gangguan
jiwa – meliputi depresi (termasuk depresi reaktif setelah kehilangan orang yang
mereka cintai) penyakit mental, kecanduan alkohol.
Stroke
dapat terjadi karena seseorang individu yang sehat memiliki faktor risiko
stroke. Faktor risiko stroke ada yang dapat dikendalikan dan ada pula yang
tidak dapat dikendalikan.
Maka
mengingat beberapa hal diatas sangatlah mungkin lansia pun dapat terkena stroke
terlebih karena daya tahan tubuh mereka yang mulai melemah juga pola hidup yang
tidak begitu baik.
2.3.1 Mencegah Stroke pada Lansia
Diagnosis penyakit
pada lansia umumnya lebih sukar dari pada remaja/dewasa. Karena sering kali
tidak khsa gejalanya dan keluhan-keluhan tidak khas dan tidak jelas. Untuk itu
sangat sulit bagi kita untuk mengetahui apakah mereka terkena stroke atau
tidak. Untuk itu alangkah baiknya jika penyakit stroke itu dicegah seja dini,
agar nantinya dimasa tua/ lansia, stroke tidak menghampiri kita. Beberapa hal
yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke adalah dengan cara melakukan pola
hidup sehat pada lansia.
Cara Hidup Sehat Pada Lansia
Usia lanjut adalah
suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia
panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Pada usia lanjut akan
terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. Namun tidak perlu berkecil hati,
harus selalu optimis, ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di usia
lanjut. Jadi walaupunb usia sudah lanjut, harus tetap menjaga kesehatan.
Cara hidup sehat
adalah cara-cara yang dilakukan untuk dapat menjaga, mempertahankan dan
meningkatkan kesehatan seseorang. Adapun cara-cara tersebut adalah:
1. Makan makanan yang
bergizi dan seimbang
Banyak bukti yang
menunjukkan bahwa diet adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan
seseorang. Dengan tambahnya usia seseorang, kecepatan metabolisme tubuh
cenderung turun, oleh karena itu, kebutuhan gizi bagi para lanjut usia, perlu
dipenuhi secara adekuat. Kebutuhan kalori pada lanjut usia berkurang, hal ini
disebabkan karena berkurangnya kalori dasar dari kegiatan fisik. Kalori dasar
adalah kalori yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tubuh dalam keadaan
istirahat, misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan, ginjal, dan sebagainya.
Jadi kebutuhan kalori bagi lansia harus disesuaikan dengan kebutuhannya.
Petunjuk menu bagi lansia adalah sebagai berikut (Depkes, 1991):
a.
Menu bagi lansia hendaknya mengandung zat gizi dari berbagai
macam bahan makanan yang terdiri dari zat tenaga, pembangun dan pengatur.
b.
Jumlah kalori yang baik untuk dikonsumsi lansia 50% adalah
hidrat arang yang bersumber dari hidrat arang komplex (sayur – sayuranan,
kacang- kacangan, biji – bijian).
c.
Sebaiknya jumlah lemak dalam makanan dibatasi, terutama lemak
hewani.
d.
Makanan sebaiknya mengandung serat dalam jumlah yang besar yang
bersumber pada buah, sayur dan beraneka pati, yang dikonsumsi dengan jumlah
bertahap.
e.
Menggunakan bahan makanan yang tinggi kalsium, seperti susu non
fat, yoghurt, ikan.
f.
Makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah besar, seperti
kacang – kacangan, hati, bayam, atau sayuran hijau.
g.
Membatasi penggunaan garam, hindari makanan yang mengandung
alkohol.
h.
Makanan sebaiknya yang mudah dikunyah.
i.
Bahan makanan sebagai sumber zat gizi sebaiknya dari bahan –
bahan yang segar dan mudah dicerna.
j.
Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, dan goreng –
gorengan.
k.
Makan disesuaikan dengan kebutuhan
2. Minum air putih 1.5
– 2 liter
Manusia perlu minum
untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah melakukan aktivitasnya, dan
minimal kita minum air putih 1,5 – 2 liter per hari.
Air sangat besar
artinya bagi tubuh kita, karena air membantu menjalankan fungsi tubuh, mencegah
timbulnya berbagai penyakit di saluran kemih seperti kencing batu, batu ginjal
dan lain-lain. Air juga sebagai pelumas bagi fungsi tulang dan engselnya, jadi
bila tubuh kekurangan cairan, maka fungsi, daya tahan dan kelenturan tulang
juga berkurang, terutama tulang kaki, tangan dan lengan. Padahal tulang adalah
penopang utama bagi tubuh untuk melakukan aktivitas. Manfaat lain dari minum
air putih adalah mencegah sembelit. Untuk mengolah makanan di dalam tubuh usus
sangat membutuhkan air. Tentu saja tanpa air yang cukup kerja usus tidak dapat
maksimal, dan muncullah sembelit.
Dan air mineral atau
air putih lebih baik daripada kopi, teh kental, soft drink, minuman beralkohol,
es maupun sirup. Bahkan minuman-minuman tersebut tidak baik untuk kesehatan dan
harus dihindari terutama bagi para lansia yang mempunyai penyakit-penyakit
tertentu seperti DM, darah tinggi, obesitas dan sebagainya.
3. Olah raga teratur
dan sesuai
Usia bertambah,
tingkat kesegaran jasmani akan turun. Penurunan kemampuan akan semakin terlihat
setelah umur 40 tahun, sehingga saat lansia kemampuan akan turun antara 30 –
50%. Oleh karena itu, bila usia lanjut ingin berolahraga harus memilih sesuai
dengan umur kelompoknya, dengan kemungkinan adanya penyakit. Olah raga usia
lanjut perlu diberikan dengan berbagai patokan, antara lain beban ringan atau
sedang, waktu relatif lama, bersifat aerobik dan atau kalistenik, tidak
kompetitif atau bertanding.
Beberapa contoh
olahraga yang sesuai dengan batasan diatas yaitu, jalan kaki, dengan segala
bentuk permainan yang ada unsur jalan kaki misalnya golf, lintas alam, mendaki
bukit, senam dengan faktor kesulitan kecil dan olah raga yang bersifat
rekreatif dapat diberikan. Dengan latihan otot manusia lanjut dapat menghambat
laju perubahan degeneratif.
4. Istirahat, tidur
yang cukup
Sepertiga dari waktu
dalam kehidupan manusia adalah untuk tidur. Diyakini bahwa tidur sangat penting
bagi pemeliharaan kesehatan dan proses penyembuhan penyakit, karna tidur
bermanfaat untuk menyimpan energi, meningkatkan imunitas tubuh dan mempercepat
proses penyembuhan penyakit juga pada saat tidur tubuh mereparasi bagian-bagian
tubuh yang sudah aus. Umumnya orang akan merasa segar dan sehat sesudah
istirahat. Jadi istirahat dan tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan.
5. Memeriksa kesehatan
secara teratur
Pemeriksaan kesehatan
berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya
pemeliharaan kesehatan lansia. Walaupun tidak sedang sakit lansia perlu
memeriksakan kesehatannya secara berkala, karena dengan pemeriksaan berkala
penyakit-penyakit dapat diketahui lebih dini sehingga pengobatanya lebih mudan
dan cepat dan jika ada faktor yang beresiko menyebabkan penyakit dapat di
cegah. Ikutilan petunjuk dan saran dokter ataupun petugas kesehatan,
mudah-mudahan dapat mencapai umur yang panjang dan tetap sehat.
6. Mental dan batin
tenang dan seimbang
Untuk mencapai hidup
sehat bukan hanya kesehatan fisik saja yang harus diperhatikan, tetapi juga
mental dan bathin. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga agar mental dan
bathin tenang dan seimbang adalah:
·
Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan menyerahkan diri
kita sepenuhnya kepadaNya. Hal ini akan menyebabkan jiwa dan pikiran menjadi
tenang.
·
Hindari stres, hidup yang penuh tekanan akan merusak kesehatan,
merusak tubuh dan wajahpun menjadi nampak semakin tua. Stres juga dapat
menyebabkan atau memicu berbagai penyakit seperti stroke, asma, darah tinggi,
penyakit jantung dan lain-lain.
·
Tersenyum dan tertawa sangat baik, karena akan memperbaiki
mental dan fisik secara alami. Penampilan kita juga akan tampak lebih menarik
dan lebih disukai orang lain. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif
dan juga terbukti memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Tertawa juga ampuh
untuk mengendalikan emosi kita yang tinggi dan juga untuk melemaskan otak kita
dari kelelahan. Tertawa dan senyum murah tidak perlu membayar tapi dapat
menadikan hidup ceria, bahagia, dan sehat.
7. Back to nature
(kembali ke alam)
Seperti yang telah
terjadi, gaya hidup pada zaman modern ini telah mendorong orang mengubah gaya
hidupnya seperti makan makanan siap saji, makanan kalengan, sambal botolan,
minuman kaleng, buah dan sayur awetan, jarang bergerak karena segala sesuatu
atau pekerjaan dapat lebih mudah dikerjakan dengan adanya tekhnologi yang modern
seperti mencuci dengan mesin cuci, menyapu lantai dengan mesin penyedot debu,
bepergian dengan kendaran walaupun jaraknya dekat dan bisa dilakukan dengan
jalan kaki. Gaya hidup seperti itu tidak baik untuk tubuh dan kesehatan karena
tubuh kita menjadi manja, karena kurang bergerak, tubuh jadi rusak karena
makanan yang tidak sehat sehingga tubuh menjadi lembek dan rentan penyakit.
Oleh karena itu salah
satu upaya untuk hidup sehat adalah back to nature atau kembali lebih dekat
dengan alam. Kita tidak harus menjauhi tekhnologi tetapi paling tidak kita
harus menghindari bahan makanan kalengan, minuman kalengan, makanan yang
diawetkan, makanan siap saji dan harus lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran
dan buah-buahan yang segar dan juga minum air putih.
BAB III
DESKRIPSI PENYULUHAN
3.1 Tahap Persiapan Penyuluhan
Setiap
kegiatan apapun harus dilakukan persiapan atau rencana agar kegiatan tersebut
tidak mengalami hambatan dan dapat terlaksanakan dengan baik. Begitu juga
dengan kegiatan penyuluhan ini dilakukan persiapan sedemikian rupa sehingga
dapat berjalan sesuai dengan apa yang kami harapkan.
Persiapan
ini di mulai sejak 2 bulan sebelum pelaksanaan, di awali dengan pencarian
target sasaran atau tempat yang strategis untuk kami melakukan penyuluhan,
penentuan tema dan judul yang akan disampaikan, penentuan dan persiapan
alat-alat dan perlengkapan penyuluhan beserta penanggung jawab masing-masing
bagian (seperti : materi, brosur, pelakat, spanduk, konsumsi, dll), penyusunan
acara, penetapan hari dan waktu untuk melakukan penyuluhan, pembuatan surat
izin, gladi resik, dll. Setelah semua telah dirasa dan dinyatakan telah siap
tiba saatnya pelaksanaan kegiatan penyuluhan.
3.2 Tahap Perkenalan
Pagi
tanggal 25 Mei 2011, beberapa penghuni panti atau disebut juga orang-orang
lanjud usia berbondong-bondong datang ke aula pertemuan di Panti Tresnawerdha
“Warga Tama” Indralaya untuk mengikuti dan mendengarkan penyuluhan yang kami
berikan tentang “Penyakit Stroke Pada
Lansia” yang pada umumnya menyerang umur >50 tahun, namun tidak menutup
kemungkinan untuk yang berumur <50 tahun.
Kegiatan
penyuluhan ini dibuka langsung oleh kepala panti Tresnawerdha “Warga Tama”
Indralaya bapak Drs. Muzakkir M, M.Si dihadapan para penghuni panti (lansia)
dan para staf pegawai panti. Kemudian acara dilanjutkan dengan perkenalan dari
kami mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya serta kata
sambutan dan tujuan inti dari kedatangan kami ke panti tersebut guna untuk lebih mempererat kedekatan, tidak ada rasa
kecanggungan diantara lansia dengan kami dan lebih mempermudah lansia untuk
memahami apa yang akan kami sampaikan nantinya. Sehingga tujuan dari penyuluhan
kami dapat tersampaikan, tepat pada sasaran dan tidak menjadi sia-sia saja.
3.3 Tahap Pemberian Materi
Setelah acara dibuka tibalah saatnya
pada acara inti yaitu penyampaian materi penyuluhan. Pada kegiatan penyuluhan
ini kami mengambil tema tentang “Penyakit Stroke Pada Lansia” yang isinya
sebagai berikut :
Penyakit Stroke Pada
Lansia
Stroke
adalah tanda-tanda klinis mengenai gangguan fungsi cerebral secara local maupun
global, yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, atau mengarah ke kematian
tanpa penyebab yang kelihatan, selain tanda-tanda yang berkenaan dengan aliran
darah di otak.
Penyakit stroke dapat
secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu stroke iskemik
(non-pendarahan) dan hemorragik (pendarahan). Stroke iskemik adalah stroke yang
terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak sehingga
pasokan oksigen dan nutrien ke otak mengalami gangguan. Stroke hemorragik
adalah stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga
terjadi pendarahan. Hampir 70 persen stroke kategori ini terjadi pada penderita
yang telah mengalami tekanan darah tinggi.
Gejala-gejala stroke adalah sebagai
berikut:
a. Kelemahan
atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu
sisi tubuh
b. Hilangnya
sebagian penglihatan atau pendengaran
c. Penglihatan
ganda
d. Pusing
e. Bicara
tidak jelas (rero)
f. Sulit
memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
g. Tidak
mampu mengenali bagian dari tubuh
h. Pergerakan
yang tidak biasa
i.
Hilangnya pengendalian terhadap kandung
kemih
j.
Ketidakseimbangan dan terjatuh
k. Pingsan.
Penderita kadang mengalami juga
gejala peringatan sebelum stroke yaitu mengantuk, pusing, sakit kepala, dan
kebingungan
Upaya pencegahan untuk menghindari
penyakit stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor
risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut.
Berikut
beberapa cara mencegah pnyakit stroke adalah sebagai berikut:
·
Kontrol tekanan darah anda. Periksalah
tekanan darah anda secara periodik dan jika naik, segeralah ke dokter untuk
mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan tekanan darah yang tepat akan
mengurangi resiko terjadinya stroke dan serangan jantung.
·
Berhentilah merokok. Rokok terbukti
meningkatkan resiko terjadinya stroke. Studi membuktikan bahwa resiko
terjadinya stroke pada orang yang berhenti merokok selama 2 sampai 5 tahun,
jauh lebih rendah daripada mereka yang masih merokok.
·
Berolah ragalah yang teratur. Para ahli
beranggapan, olah raga akan membuat jantung lebih kuat sehingga mampu
mengalirkan darah lebih optimal. Olah raga juga akan mampu menurunkan berat
badan. Kegemukan meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, atherosklerosis,
penyakit jantug, dan kencing manis. Aktivitas fisik seperti jalan santai,
berenang dan kerja lapangan mampu menurunkan resiko stroke dan penyakit
jantung. Sebelum memulai olah raga, konsultasilah ke dokter untuk mengetahui
olah raga yang tepat untuk fisik anda.
·
Makanlah makanan yang sehat. Pilihlah
makanan yang rendah lemak, lemak jenuh dan kolesterol. Makanlah bermacam jenis
buah dan sayuran.
·
Bila anda menderita kencing manis,
kontrolah penyakit anda dengan baik. Jika tidak tertangani dengan baik, kencing
manis atau diabetes akan merusak pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya
atherosklerosis.
·
Waspadahlah terhadap gejala atau tanda
dini dari stroke. Segerahlah ke dokter bila anda mengalami kesemutan yang tidak
jelas penyebabnya, sakit kepala yang berat secara tiba tiba, penglihatan kabur,
kesulitan berbicara dan tiba tiba terjatuh atau pingsan. Gejala awal stroke
sering disebut dengan Transient Ischemic Attack(TIA) yang sangat berpotensi
terjadinya stroke.
3.4 Tahap Respon Balik (Tanya
Jawab)
Setelah
pemaparan materi kami lakukan,
kami menginginkan adanya respon
balik dari audience. Kami memberikan kesempatan kepada para pendengar,
baik dari penghuni panti maupun dari pihak pegawai panti
sendiri untuk mengajukan pertanyaan. Respon dari audience sangat baik, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang
diajukan kepada kami.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh audience tidak hanya menyangkut penyakit
stroke sebagai tema penyuluhan kelompok kami, tetapi juga banyak pertanyaan di
luar tema. Pertanyaan-pertanyaan tersebut kami jawab dengan pengetahuan yang
kami miliki. Kami tetap mengizinkan para audience bertanya meskipun pertanyaan
mereka di luar tema.
Pertanyaan
yang diajukan oleh audience
adalah :
1.
Apa
pengertian penyakit stroke secara spesifik?
2.
Apakah
seseorang yang menderita tekanan darah rendah bisa menjadi tekanan darah
tinggi?
3.
Apa
yang harus dilakukan atau upaya apa yang dapat dilakukan oleh pengurus atau
pegawai di panti terhadap lansia yang sudah terkena stroke?
4.
Apakah
penyakit stroke merupakan penyakit keturunan?
5.
Apa
saja yang dapat menyebabkan penyakit stroke?
6.
Banyak
makanan yang menjadi pemicu penyakit stroke, jadi pola makan yang seperti apa
untuk bisa mencegah penyakit stroke tersebut? Apakah harus berhenti makan
makanan tersebut?
7.
Apa
itu demam berdarah dan bagaimana proses penularan demam berdarah tersebut?
8.
Apakah
obat untuk penyakit asma?
9.
Bagaimana
dengan orang yang mengalami buta warna, apakah merupakan penyakit menular?
10. Apa itu EPTM?
11. Apakah seorang suami yang mengalami DM (diabetes
mellitus) dapat menularkan ke istrinya?
Jawaban :
1.
Penyakit
stroke adalah penyakit tidak menular yang telah mendunia. Stoke merupakan
penyakit gangguan fungsional otak akut, akibat gangguan aliran darah ke otak
karena pendarahan ataupun sumbatan dengan gejala dan tanda sesuai bagian otak
yang terkena.
2.
Seorang
yang menderita tekanan darah rendah bisa mengalami tekanan darah tinggi, tetapi
sangat jarang sekali terjadi. Biasanya ini menjadi lebih berbahaya dibandingkan
dengan penderita yang tekanan darahnya naik dengan perlahan atau tidak drastis.
3.
Untuk
para lansia yang telah menderita stroke, pengurus panti bisa melakukan upaya
rehabilitasi dengan mengembalikan lagi peran dan kegiatannya sehari-hari. Pihak
panti bisa membantu para lansia untuk berjalan secara perlahan-lahan jika
penderita srtoke mengalami lumpuh, atau lain sebagainya.
4.
Penyakit
stroke bukan merupakan penyakit keturunan, karena stroke tidak didapat dari
orang tua melainkan dari gaya hidup. Di antara faktor-faktor resiko stroke,
tidak ada faktor keturunan.
5.
Tidak
ada penyebab penyakit stroke, tetapi penyakit stroke bisa dipicu oleh adanya
gangguan aliran darah ke otak. Gangguan aliran darah ini dipicu oleh banyak
faktor,berupa makanan, rokok, dan kurangnya olahraga.
6.
Penyakit stroke salah satu pemicunya adalah
karena makanan yang tidak sehat. Pola makan yang sehat yang dapat dilakukan
untuk mencegah penyakit stroke adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang
dapat mamicu hipertensi, tidak mengkinsumsi makanan-makanan secara berlebihan.
Artinya, bukan kita tidak boleh atau harus menghentikan makan makanan tersebut
melainkan adalah mengurangi konsumsinya dan tidak makan secara berlebihan.
7.
Demam
berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegepty yang
di dalam tubuhnya terdapat parasit berupa Plasmodium. Demam berdarah bisa
disebabkan karena lingkungan yang banyak terdapat genangan air. Demam berdarah
menular lewat gigitan nyamuk. Nyamuk tersebut mengandung parasit yang menjadi
penyebab DBD sehingga saat tubuh kita digigit, parasit tersebut masuk dan
berkembang di tubuh.
8.
Penyakit
asma adalah penyakit akibat adanya gangguan di sistem pernapasan. Untul
obatnya, bisa dikonsultasikan ke dokter sebagai tenaga medis yang lebih
mengerti.
9.
Buta
warna bukan merupakan penyakit menular, buta warna merupka penyakit keturunan
yang diturunkan dari orang tua yang memiliki gen pembawa ataupun memang
penderita buta warna.
10. EPTM adalah kepanjangan dari epidemiologi penyakit tidak
menular. EPTM merupakan ilmu yang mempelajari tentang frekuensi (banyaknya
kejadian penyakit), distribusi (penyebaran penyakit), dan determinan (penyebab)
penyakit yang tidak menular.
11. Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular dan
penyebabnya adalah karena gaya hidup. Jadi, seorang suami yang menderita DM
tidak dapat menularkan penyakit kepada istrinya.Kebanyakan yang terjadi di
masyarakat adalah suami dan istri sama-sama menderita DM, ini terjadi karen
pola makan atau gaya hidup suami sama dengan istri karena mereka higup dalam
satu keluarga.
Jawaban dari pertanyaan kami jawab
dengan bahasa yang sederhana, mengingat audience
yang rata-rata usianya lebih dari 60 tahun. Jawaban yang kami berikan dapat
diterima dengan baik oleh audience.
3.5
Tahap Akhir
Setelah
mendengar penjelasan tentang Penyakit
Stroke dan melakukan interaksi dengan tanya jawab. Audience sangat antusias mendengar dan memperhatikan penyuluhan yang kami
lakukan dari tahap awal sampai tahap akhir karena tema penyakit stroke yang sangat berhubungan
dengan usia-usia mereka.
Sebelum kami menutup kegiatan,
kami memberi nasehat untuk
melakukan pencegahan sebelum terkena penyakit stroke dengan menjaga kesehatan diri melalui kontrol terhadap makanan yang dikonsumsi,
melakukan pola hidup sehat melalui olahraga, menghentikan kebiasaan merokok
secara bertahap, dan lain-lain. Kemudian
kami tutup dengan salam. Diujung acara kami memberikan
cinderamata kepada pihak panti
sebagai kenang-kenangan dari kami juga sebagai ucapan terima kasih dari kami
karena telah menerima kami dengan baik di Panti Tresnawerda “Warga Tama”.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Dari apa yang telah diuraikan di atas,
dapat disimpulkan bahwa Penyakit
Stroke merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gaya hidup yang
tidak sehat. Kejadian serangan penyakit stroke bervariasi antar tempat, waktu,
dan keadaan penduduk. Jumlah penyakit Stroke cenderung terus
meningkat setiap tahunnya.
Penyakit Stroke menjadi salah satu penyakit
penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penerapan pola atau gaya hidup yang sehat sangat penting dan
sangat perlu dilakukan agar terhindar dari penyakit stroke.
4.2
Saran
Stroke tidak memandang apakah seseorang
itu miskin, kaya, tua ataupun muda. Stroke dapat menyerang siapa saja karena
setiap orang memiliki factor resiko penyakit stroke. Terlebih jika seseorang
yang telah memiliki riwayat penyakit stroke, sebaiknya mulai menjalankan pola
hidup sehat. Begitupun bagi yang masih sehat demi mencegah terkena penyakit
stroke tersebut.
-
Mari kita cegah stroke dengan pola hidup
yang sehat.
-
Mari kita cegah stroke dengan makan-
makanan yang sehat dan bergizi, dan
-
Mari kita cegah stroke dengan
menghindari sejak dini makanan- makanan yang tidak sehat dan mengandung zat
kimia.
DAFTAR PUSTAKA
Bustan,M.N..
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR. Jakarta :Rineka Cipta.
Garnadi, Yudi. Stroke
& apa yang harus anda ketahui untuk mencegah Stroke. Jakarta :Familia
Medica
Internet
Stroke,
www.holistic-online.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar